• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, Maret 20, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Jebakan Digital: Bagaimana Hoaks dan Disinformasi Merusak Demokrasi dan Memecah Belah Bangsa

Belajar dari Kerusuhan Agustus: Ancaman Deepfake, Miscaption, dan Jurus Sesat Pikir di Era Media Sosial

Yustinus Agus by Yustinus Agus
07/09/2025
0
Jebakan Digital: Bagaimana Hoaks dan Disinformasi Merusak Demokrasi dan Memecah Belah Bangsa
0
SHARES
8
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Dua isu besar menghiasi lanskap berita Indonesia belakangan ini: misteri tarif Hotman Paris Hutapea, sang pengacara flamboyan yang membela Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi Chromebook senilai Rp9,9 triliun, dan kerusuhan yang terjadi pada bulan Agustus lalu.

Kedua peristiwa ini, meski tampak berbeda, memiliki benang merah yang sama: kekuatan informasi, baik yang benar maupun yang salah, dalam memengaruhi opini publik dan bahkan memicu kekacauan.

Satu sisi, kita dibuat penasaran dengan angka fantastis yang mungkin harus dibayar Nadiem Makarim untuk menyewa jasa Hotman Paris. Seperti yang dirangkum Suara.com, tarif konsultasi Hotman bisa mencapai Rp50 juta per jam, sementara untuk kasus “biasa” saja, tarifnya dimulai dari Rp100 juta.

BacaJuga

Kabupaten Serang Jadi Role Model Nasional ETPD, Kepala Bapenda Diundang Kemendagri

Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

Lalu, bagaimana dengan kasus korupsi Chromebook yang melibatkan angka triliunan rupiah? Beberapa sumber menyebutkan bahwa untuk kasus-kasus seperti ini, tarif Hotman bisa mencapai Rp170 miliar! Benarkah demikian? Kita hanya bisa berspekulasi.

Di sisi lain, kita dikejutkan dengan kerusuhan yang dipicu oleh hoaks dan disinformasi yang masif di media sosial. Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, SH, MH., Ketua Dewan Pembina Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, dan Guru Besar Universitas Negeri Makassar, mengingatkan kita tentang bahaya laten yang mengintai di dunia digital.

“Data menunjukkan pengguna internet di Indonesia mencapai 229 juta lebih orang. Dari hasil survei Digital News Report 2025, tercatat 57% responden penduduk Indonesia mendapatkan berita atau informasi melalui media sosial. Bukan media online mainstream. Sehingga timeline (lini masa) di media sosial telah menjadi instrumen opini publik. Bukan lagi instrumen chat atau obrolan,” ujar Prof. Harris.

Lantas, apa yang terjadi jika lini masa media sosial dipenuhi dengan konten hoaks, miscaption, deepfake, ajakan palsu, atau narasi jahat yang dibangun dengan sesat pikir (logical fallacy)? Inilah pelajaran yang harus kita petik dari kerusuhan akhir Agustus lalu.

Kementerian Kominfo mencatat 1.923 hoaks terdeteksi sepanjang 2024, dengan tema politik dan keamanan.

Prof. Harris mengidentifikasi empat ancaman serius bagi masyarakat pengguna media sosial:

1. Miscaption: Video atau foto lama yang diberi keterangan waktu/tempat baru untuk memicu emosi dan kebingungan.

2. Deepfake: Audio/visual sintetis yang meniru tokoh publik untuk memalsukan pernyataan dan menghancurkan kepercayaan. Contohnya, kasus video/rekaman yang meniru suara Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut “guru beban negara.” Tim dari MAFINDO telah menguji dan menyimpulkan konten tersebut rekayasa AI.

Baca Juga:
Beras Oplosan: Empat Produsen Besar Diperiksa Polisi

3. Ajakan Aksi Palsu: Broadcast yang mengatasnamakan organisasi atau mahasiswa untuk mengajak masyarakat ke lokasi aksi yang sebenarnya tidak ada. Tujuannya adalah mengarahkan massa ke titik yang salah dan memicu kerawanan.

4. Narasi Sesat Pikir (Logical Fallacy): Argumen yang dikemas dengan meme atau flyer yang seolah terlihat benar, padahal tidak valid. Prof. Harris mencontohkan beberapa jenis sesat pikir yang sering digunakan di media sosial, seperti Ad Hominem (menyerang karakter bukan argumen), Straw Man Fallacy (memutarbalikkan argumentasi), Bandwagon Fallacy (mengasumsikan bahwa suatu isu itu benar karena banyak orang yang memercayainya), False Dichotomy (memojokkan seseorang dengan pilihan yang terbatas), dan Appeal to Authority (membangun kebenaran argumen hanya karena disampaikan oleh figur otoritas).

Keempat konten ini, jika diterima secara bersamaan, akan saling menguatkan dan menciptakan pusaran disinformasi yang berbahaya.

“Miscaption menyalakan emosi, deepfake menghantam kepercayaan pada otoritas, ajakan palsu akan menggerakkan kerumunan ke titik rawan, sedangkan narasi sesat pikir diproduksi untuk memanipulasi atau menyesatkan masyarakat dalam alam pikirnya,” jelas Prof. Harris.

Menghadapi ancaman ini, Prof. Harris menekankan pentingnya peran pemerintah dalam melakukan penjernihan hoaks. “Negara harus membentuk command room satu atap yang bertugas melakukan analitik disinformasi, dan merespon dengan cepat dalam hitungan menit untuk menyampaikan bahwa konten tersebut hoaks, deepfake atau ajakan palsu,” tegasnya.

Command room ini harus melibatkan semua instansi yang berkaitan dengan cyber dan bertugas mendeteksi, memverifikasi, dan memberikan counter atau ulasan yang menjelaskan bahwa suatu konten itu hoaks atau berbahaya bagi masyarakat.

“Dalam situasi gejolak atau genting, harus dilakukan jumpa pers harian atau update per waktu, mengenai situasi terkini, termasuk klarifikasi informasi hoaks yang beredar di medsos. Waktu respon ini harus secepatnya. Bukan menunggu hari esok. Tapi realtime setelah didapatkan bukti bahwa konten tersebut hoaks, deepfake dan sejenisnya,” tambahnya.

Dalam konteks kerusuhan 2025, kita bisa mengambil pelajaran tentang seberapa cepat pemerintah melakukan debunking alias tindakan membongkar dan menunjukkan bahwa suatu informasi itu hoaks, deepfake dan sejenisnya, dengan menyajikan bukti-bukti yang terverifikasi.

Sehingga hoaks yang menjadi viral tersebut akan teredam dengan sendirinya, dan tidak laku di jari masyarakat yang terbiasa memforward konten.

Kembali ke pertanyaan awal tentang tarif Hotman Paris, kita mungkin tidak akan pernah tahu pasti berapa biaya yang harus dibayar Nadiem Makarim.

Baca Juga:
Kapolsek Pesanggrahan Evakuasi Warga Yang Terjebak Banjir

Namun, satu hal yang pasti: baik kasus korupsi maupun kerusuhan yang dipicu oleh hoaks, keduanya adalah pengingat betapa pentingnya informasi yang akurat dan kemampuan untuk berpikir kritis di era digital ini.

Previous Post

Rahasia Dibalik Jas Mewah Hotman Paris: Berapa Harga yang Dibayar Nadiem Makarim untuk Bebas dari Jeratan Hukum?

Next Post

Evaluasi Gaji DPR Mendesak: Formappi Soroti Tunjangan Tumpang Tindih dan “Pundi-Pundi” yang Menggunung!

Related Posts

Kabupaten Serang Jadi Role Model Nasional ETPD, Kepala Bapenda Diundang Kemendagri
Nasional

Kabupaten Serang Jadi Role Model Nasional ETPD, Kepala Bapenda Diundang Kemendagri

by Yustinus Agus
25/02/2026
0

SERANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Kabupaten Serang di tingkat nasional. Atas keberhasilannya meraih indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD)...

Read more
Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

16/02/2026
Hari Pers Nasional

Hari Pers Nasional

29/01/2026
Zuli Zulkipli Tegaskan UMSK Jabar Sah, Kritik Keras Sikap Said Iqbal

Zuli Zulkipli Tegaskan UMSK Jabar Sah, Kritik Keras Sikap Said Iqbal

03/01/2026
Industri Baja Nasional Siap Produksi 100 Jembatan Bailey per Bulan Tanpa Impor

Industri Baja Nasional Siap Produksi 100 Jembatan Bailey per Bulan Tanpa Impor

02/01/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id