JAKARTA – Nama Kompol Cosmas Kaju Gae mendadak jadi sorotan. Perwira Brimob ini dipecat terkait tewasnya pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, dalam demonstrasi akhir Agustus. Tapi, tahukah Anda? Jauh sebelum tragedi ini, Cosmas ternyata pernah menjadi saksi dalam kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan!
Fakta ini menambah lapisan kontroversi pada sosok Kompol Cosmas. Bagaimana bisa, seorang saksi kunci dalam kasus penting justru terjerat kasus yang berujung pada pemecatan dirinya?
Dari Kasus Novel hingga Rantis Maut: Jejak Kontroversi Cosmas
Pada tahun 2017, nama Cosmas muncul dalam pusaran kasus Novel Baswedan. Dalam berkas putusan pengadilan, terungkap bahwa Cosmas mengenal kedua pelaku penyiraman, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, yang kala itu juga anggota Polri.
“Cosmas menyebut Ronny Bugis pernah menceritakan keterlibatan Rahmat Kadir sebagai pelaku penyiraman,” demikian catatan dalam berkas tersebut. Meski tak pernah jadi tersangka, keterkaitan ini membuat nama Cosmas sulit dilupakan publik.
Tragedi Affan Kurniawan: Akhir Karier Seorang Kompol
Baca Juga:
Tinjau Arus Mudik Tahun 2025, Gubernur Banten Andra Soni Pesan Jaga Kesehatan Tubuh dan Kendaraan
Delapan tahun kemudian, nama Cosmas kembali mencuat, kali ini dalam tragedi yang lebih memilukan. Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol, tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat pengamanan demonstrasi.
Kompol Cosmas, yang saat itu menjabat sebagai Komandan Batalyon (Danyon) Resimen IV Korps Brimob, dianggap bertanggung jawab.
“Wujud perbuatan terduga pelanggar telah bertindak tidak profesional dalam penanganan aksi unjuk rasa pada tanggal 28 Agustus 2025 sehingga mengakibatkan adanya korban jiwa yaitu atas nama saudara Affan Kurniawan,” tegas Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.
Sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri (KKEPP) memutuskan Kompol Cosmas bersalah dan menjatuhkan hukuman Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH). Mendengar putusan itu, Kompol Cosmas tak kuasa menahan tangis.
Akhir tragis bagi seorang perwira yang pernah menjadi bagian dari kasus besar di negeri ini.
Demonstrasi dan Tuntutan Keadilan
Baca Juga:
Catatan BPK Soal BOS: DPRD Banten Desak Gubernur Tindak Tegas
Kematian Affan Kurniawan memicu gelombang demonstrasi di berbagai daerah. Massa menuntut Polri bersikap transparan dan memberikan keadilan bagi keluarga korban. Kasus ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya profesionalisme dan akuntabilitas dalam penegakan hukum.
















