SERANG – Warga Cikande kini berjuang melawan “serangan” debu yang semakin parah akibat aktivitas pengiriman tanah urugan ke PT Tuntunan Cahaya. Debu tebal tak hanya membuat sesak napas, tetapi juga menyebabkan jalanan licin dan berbahaya bagi pengendara. Armada PTU yang melintas di sepanjang Jalan Raya Serang-Jakarta menjadi penyebab utama kondisi ini.
Freddy, seorang warga yang setiap hari melintasi jalan ini, mengungkapkan, debu Cikande sekarang ‘menyerang’ kami tanpa ampun.
“Setiap pagi dan sore, debu sangat pekat, membuat sesak napas dan jarak pandang terbatas. Jalanan juga jadi licin, sangat berbahaya bagi pengendara motor.”ungkapnya.
Baca Juga:
Desa Cisait Dihantui Bau Kotoran Ayam: Warga Kaitkan dengan PT Sabas Dian Bersinar, Apa Kata Perusahaan?
Kondisi ini diperparah dengan kurangnya tindakan antisipasi dari pihak terkait. Warga berharap ada penyiraman jalan secara rutin atau solusi lain yang bisa mengurangi dampak debu.
Seorang pegawai PT Tuntunan Cahaya membenarkan adanya aktivitas urugan dan pengiriman tanah oleh armada PTU.
“Ya, memang sedang ada pengurugan. Mengenai asal tanah dan penanganan debu, saya kurang tahu pasti, tapi armadanya dari PTU. Sebaiknya konfirmasi ke pihak mereka saja,” jelasnya.
Baca Juga:
Inovasi Pupuk “Pak Bhabin”: Polres Serang Dorong Pertanian Ramah Lingkungan dengan Sentuhan Vulkanik
Warga Cikande kini menuntut tindakan nyata dari PT Tuntunan Cahaya dan pemerintah daerah untuk mengatasi masalah debu ini sebelum ada korban jiwa akibat kecelakaan atau masalah kesehatan.
















