JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membukukan kinerja keuangan yang mengesankan di tahun 2024! Pendapatan perusahaan mencapai angka fantastis Rp5,02 triliun, dengan laba bersih Rp447,31 miliar. Prestasi ini menunjukkan ketangguhan ASDP dalam menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan, “Pendapatan ASDP pada 2024 telah melampaui angka pendapatan sebelum pandemi tahun 2019 yang sebesar Rp3,33 triliun. Bahkan naik 2% dibandingkan dengan pendapatan tahun 2023 yang sebesar Rp4,92 triliun,” ujarnya, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Meskipun laba bersih mengalami penurunan 30% dibandingkan tahun 2023 (Rp636,54 miliar), Heru menekankan bahwa angka tersebut tetap mencerminkan ketahanan bisnis ASDP. Laba bersih 2024 mencapai 61% dari target, membuktikan pengelolaan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Ia menjelaskan, “Tahun 2024 bukan tahun yang mudah. Perusahaan menghadapi tekanan nilai tukar rupiah yang melemah, stagnasi tarif penyeberangan, dan dinamika perilaku pengguna jasa yang menuntut kecepatan dan digitalisasi. Namun kami tetap mampu mencatat pertumbuhan pendapatan dan menjaga keberlangsungan operasional secara optimal,” tegas Heru.
Layanan Prima, Jutaan Penumpang Terlayani!
Sukses ASDP didukung oleh layanan penyeberangan yang andal, baik komersial maupun perintis. Jumlah penumpang yang dilayani mencapai 6,12 juta orang, dengan 3,88 juta unit kendaraan roda dua dan tiga, 4,31 juta unit kendaraan roda empat atau lebih, dan 1,16 juta ton barang terangkut. Meskipun beberapa komponen mengalami penurunan volume, efisiensi operasional dan manajemen beban yang ketat menjaga profitabilitas perusahaan.
Baca Juga:
Masyarakat Unjuk Rasa di Polsek Way Tuba, Kapolres Way Kanan Minta Maaf
Efisiensi operasional ASDP tercermin dari operating ratio sebesar 67% (meningkat dari 65% di 2023), dan BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) 89% (sedikit lebih tinggi dari tahun sebelumnya, namun tetap terkendali). Heru menambahkan, “Langkah efisiensi dan digitalisasi proses bisnis menjadi kunci kami dalam menjaga performa perusahaan di tengah tekanan biaya operasional.”
Keberhasilan ini juga ditopang oleh rasio likuiditas yang sehat, menunjukkan kemampuan ASDP dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) positif mencapai Rp1,14 triliun.
Kinerja Solid, Raih Pengakuan Nasional!
Kinerja keuangan ASDP yang solid juga mendapat pengakuan dari lembaga pemeringkat PEFINDO dengan rating idAA+/Stable, dan Kantor Akuntan Publik dengan peringkat AA++. Pencapaian ini membuktikan strategi transformasi bisnis ASDP yang fokus pada digitalisasi layanan, efisiensi biaya, dan tata kelola yang disiplin.
ASDP juga berkomitmen pada transparansi, dengan rutin mempublikasikan laporan keuangan dan laporan tahunan. Heru menekankan, “Keterbukaan informasi merupakan instrumen penting untuk meningkatkan kepercayaan sekaligus mengukur akuntabilitas kinerja perusahaan.” Komitmen ini diakui melalui penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Awards 2025 dari Warta Ekonomi, untuk kategori Ethics in Advancing Corporate Transparency through Digital Transformation and Integrity Commitment.
Baca Juga:
Janji Cashback Palsu: Modus Licik Pegawai Bank Tipu Nasabah Prioritas di Kuningan Terungkap!
Heru menutup dengan pernyataan, “Kami membangun ekosistem kerja yang bersih dan terbuka, karena kami percaya bahwa keberhasilan jangka panjang hanya bisa dicapai melalui tata kelola yang sehat. Ke depan, kami juga akan terus memperkuat peran sebagai penyedia layanan penyeberangan yang andal, efisien, dan adaptif terhadap perubahan. Dengan pondasi yang kuat, ASDP siap melangkah menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.”
















