SERANG – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Kota Serang tengah dilanda badai kontroversi. Bukan prestasi akademik yang menjadi sorotan, melainkan dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang guru, yang kini tengah diselidiki intensif oleh Polresta Serang Kota. Berkat keberanian para alumni, kasus ini berhasil terungkap dan menjadi sorotan publik. Melalui akun Instagram @savesmanfourkotser, para alumni berperan sebagai pahlawan yang membongkar praktik terselubung yang selama ini diduga disembunyikan oleh pihak sekolah.
Unggahan di akun tersebut mengungkap tuduhan serius, tak hanya pelecehan seksual, tetapi juga pungutan liar (pungli), kasus intoleransi, dan intimidasi terhadap siswa yang diduga terjadi selama bertahun-tahun tanpa tindakan tegas dari pihak sekolah. Lebih jauh lagi, unggahan tersebut mengungkap dugaan kuat adanya upaya sistematis dari pihak sekolah untuk menutup-nutupi kasus ini.
Salah satu unggahan yang mengejutkan adalah pengakuan seorang alumni yang menyatakan bahwa kasus dugaan pelecehan seksual ini telah lama diketahui, bahkan melibatkan korban dari berbagai angkatan. Yang lebih memprihatinkan, laporan para siswa yang berani bersuara, konon hanya direspon dengan kalimat yang sangat menyakitkan dan memperlihatkan ketidakpedulian yang luar biasa: “Sudah ya, dimaafkan saja, jangan bilang orang tua.”
Baca Juga:
19 Pelaku Peredaran Narkoba di Sukabumi Dibekuk!
Kalimat tersebut, jauh dari sikap melindungi korban, justru menggambarkan pembiaran yang dilakukan pihak sekolah, bahkan terkesan melindungi pelaku dan mengabaikan keselamatan dan kesejahteraan para siswanya. Sikap ini tentu saja memicu kemarahan dan kecaman dari berbagai pihak. Diduga kuat, pihak sekolah lebih memprioritaskan reputasi daripada keselamatan dan keadilan bagi para korban.
Peran aktif para alumni dalam mengungkap kasus ini patut diapresiasi, menunjukkan betapa pentingnya solidaritas dan keberanian untuk melawan ketidakadilan.
Menanggapi viralnya kasus ini, Kapolresta Serang Kota, Kombes Pol Yudha Satria, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam. “Kami sedang melakukan penyelidikan,” ujar Yudha kepada wartawan, Rabu (9/7/2025). Pernyataan singkat ini, namun, menunjukkan keseriusan aparat penegak hukum untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan kasus yang mengguncang dunia pendidikan Kota Serang ini.
Baca Juga:
30 Tewas dalam Demonstrasi di Kenya
Publik kini menunggu hasil penyelidikan dan berharap agar keadilan ditegakkan bagi para korban. Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya perlindungan anak dan pengawasan ketat terhadap lingkungan pendidikan, serta perlunya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pelaporan dan penanganan kasus kekerasan di sekolah.
















