JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengakui adanya ketidakefisienan pengelolaan anggaran di kementeriannya. Pengakuan ini disampaikan di tengah kasus dugaan korupsi di Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung (Babel) dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara (Sumut).
Dalam konferensi pers Jumat (4/7), Dody menyatakan, “Prediksi dari Pak Prabowo itu sudah tepat bahwa memang di PU ini sedang ada ketidakefisienan penggunaan anggaran.” Ia menyebut kasus dugaan korupsi di BWS Babel sebagai contoh nyata, dengan kebocoran anggaran mencapai lebih dari 40 persen. “Kami sedang mempercepat proses hukum kasus BWS Bangka Belitung, yang menyebabkan kebocoran anggaran lebih dari 40 persen,” tegasnya.
Baca Juga:
Pelajar STM Jadi Korban Kekerasan Polisi, PMPB: ‘Ini Bukti Aparat Gagal Lindungi Rakyat!
Ketidakefisienan ini, menurut Dody, berkontribusi pada tingginya ICOR (Incremental Capital Output Ratio) Indonesia yang saat ini berada di level 6. ICOR merupakan indikator efisiensi investasi. Semakin tinggi angka ICOR, semakin tidak efisien investasi tersebut. Pemerintah menargetkan penurunan ICOR di bawah angka 6.
Baca Juga:
USBR Lebak Siap Guncang ASEAN!
“Selain menekan kebocoran anggaran, kita harus mengefisiensikan belanja infrastruktur. Proyek yang bisa dikerjakan swasta akan diserahkan kepada swasta. Harapannya, ICOR kita bisa turun dari 6,” pungkas Dody.
















