SERANG – Provinsi Banten berhasil menjaga inflasi di angka 1,83 persen pada Juni 2025, lebih rendah dari rata-rata nasional (1,87 persen)! Hal ini berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, Selasa (1/7/2025). Meskipun Kabupaten Pandeglang mencatat inflasi tertinggi (2,79 persen), secara keseluruhan inflasi Banten tetap terkendali.
Inflasi Year on Year (YoY) terjadi di berbagai kelompok pengeluaran, termasuk makanan, minuman, dan tembakau (2,30 persen); pakaian dan alas kaki (1,29 persen); perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,69 persen); dan kelompok lainnya. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi, yaitu 7,40 persen.
Baca Juga:
Timnas Ogah Numpang! PSSI Tolak Hotel Gratisan dari Arab Saudi
Kabar gembira lainnya: Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Banten naik menjadi 107,92 pada Juni 2025, meningkat 0,18 persen dari bulan sebelumnya. Hal ini didorong kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,39 persen dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,21 persen.
Sektor ekspor juga menunjukkan kinerja positif. Pada periode Januari-Mei 2025, nilai ekspor mencapai US$5.266,78 juta, naik 3,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Baik ekspor migas maupun non-migas mengalami peningkatan.
Baca Juga:
Kejutan Prabowo di Groundbreaking Proyek Baterai: Sapa Tomy Winata
Sektor pariwisata juga menunjukkan tren positif, dengan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 5,30 juta perjalanan pada Mei 2025, naik 32,74 persen (y-on-y). Meskipun Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang mengalami penurunan menjadi 48,08 persen (y-on-y), peningkatan jumlah wisman menunjukkan potensi pertumbuhan sektor pariwisata Banten.
















