SERANG – Informasi simpang siur seputar penetapan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten memancing kecaman keras dari Ketua Civilian Perspective Initiative (CPI), Muhamad Rizaldi. Rizaldi mengecam Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Sekda Banten yang diduga menyebarkan hoaks terkait penetapan pejabat definitif.
“Ini institusi negara, bukan organisasi abal-abal,” tegas Rizaldi. Ia menilai penyampaian informasi yang belum resmi oleh Ketua Pansel sebagai tindakan tidak profesional dan mencederai kepercayaan publik. Rizaldi juga menyesalkan upaya pihak tertentu yang melibatkan nama Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam narasi tersebut, menyebutnya sebagai “kebohongan publik yang sangat serius, manipulatif, tidak bermoral, dan merusak nama baik Presiden terpilih.”
Baca Juga:
Ayah di Serang Perkosa Anak Kandung, Terancam 20 Tahun Penjara
Kontroversi ini muncul setelah pemberitaan yang berbeda muncul ke permukaan. Sebuah media melaporkan Deden Apriandhi telah resmi ditetapkan sebagai Sekda Banten, namun Gubernur Banten, Andra Soni, langsung membantahnya. Menurut Rizaldi, penyebaran informasi palsu oleh pejabat publik dalam proses seleksi jabatan strategis ini mencerminkan ketidaknetralan Pansel dan sekretariatnya.
Ia mendesak Gubernur Banten untuk menunjukkan ketegasan dan integritas moral, memberikan sanksi tegas kepada pihak yang menyebarkan informasi palsu, terutama yang mengaitkannya dengan figur nasional. Civilian Perspective Initiative berkomitmen mengawal proses ini agar terbebas dari kepentingan politik dan permainan elite birokrasi yang tidak bertanggung jawab.
Baca Juga:
Polri Berbenah!”: Mahfud MD Diincar Jadi Ketua Tim Reformasi Kepolisian, Sinyal Perubahan Signifikan?
“Transparansi dan integritas adalah fondasi utama,” pungkas Rizaldi, menambahkan bahwa lembaga tersebut siap melaporkan pelanggaran ke lembaga pengawas negara jika dibiarkan.
















