JAKARTA – Direktorat Pamobvit Korsabhara Baharkam Polri menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait pelaksanaan Program IX Prioritas Polri Tahun Anggaran 2025. Rakor yang dihadiri Dirpamobvit Polda jajaran se-Indonesia dan para operator Program IX ini berlangsung di Ballroom Royal Palm Hotel, Cengkareng, Jakarta, Kamis, 19 Juni 2025.
Brigjen Pol Suhendri, S.H., S.I.K., M.PSDM., Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa rakor ini merupakan agenda tahunan untuk mengevaluasi kinerja Ditpamobvit Polda jajaran dan menyatukan persepsi antara Mabes dan wilayah dalam pelaksanaan tugas. “Kita ketahui bersama bahwa tantangan tugas Polri ke depan semakin kompleks dan Polri bertanggung jawab untuk kelancaran serta keamanan dalam kegiatan internasional maupun nasional,” ujarnya.
Brigjen Pol Suhendri menekankan pentingnya analisis risiko terhadap objek vital nasional (obvitnas) yang berpotensi rawan ancaman kriminal dan gangguan Kamtibmas dalam rangkaian agenda nasional maupun internasional.
Baca Juga:
Dari Perang Falkland ke Museum: Kisah Perjalanan Panjang Fregat Rudal PNS Tariq
“Untuk mewujudkan Asta Cita menuju Indonesia Emas serta mengurangi maraknya premanisme, maka perlu dilakukan analisis risiko terhadap obvitnas yang berpotensi menjadi rawan ancaman kriminal dan gangguan kamtibmas dalam rangkaian agenda nasional maupun internasional, identifikasi ancaman yang mungkin terjadi, lakukan evaluasi terhadap potensi kerawanan, jalin komunikasi dengan baik antar stakeholder,” tegasnya. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada panitia, narasumber, dan seluruh peserta.
Rakor tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai kementerian dan lembaga, antara lain: Karo RBP Stamarena Polri (Perkembangan Kegiatan IX Prioritas Polri Tahun 2025 s.d 2029), Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata (“Penguatan Sinergi Pengamanan Destinasi Pariwisata Prioritas dan kawasan ekonomi kreatif sebagai bagian dari objek vital nasional”), Kementerian ESDM (“Sinergi Pengamanan Objek Vital Energi dan Sumber Daya Alam untuk Menjamin Ketahanan Energi Nasional”), Kementerian Perindustrian (“Penguatan Pengamanan Kawasan Industri Strategis dan Objek Vital Nasional bidang industri dalam mendukung Kementerian dan pertumbuhan ekonomi nasional”), dan Direktur Pengamanan Diplomatik Kementerian Luar Negeri (“Pengamanan pada simbol fasilitas diplomatik dan Objek vital yang menjadi simbol kedaulatan negara”).
Baca Juga:
Gubernur Banten Komitmen Tuntaskan Temuan BPK
Rakor dihadiri oleh sekitar 100 peserta, termasuk Brigjen Pol Putu Putera (Anjak Korsabhara Baharkam Polri), Kasubdit Pam VIP, Kasubdit Pam Wisata, Kasubdit Audit, dan Kasubdit Waster serta Para Auditor Madya.
















