WASHINGTON – CIA tengah menghadapi tantangan serius dalam merekrut informan asing. The Washington Post melaporkan pada Rabu (28/5/2025) bahwa badan intelijen Amerika Serikat ini “membutuhkan lebih banyak mata-mata,” berdasarkan pernyataan pejabat intelijen saat ini dan mantan pejabat.
Sistem pengawasan publik yang meluas secara global dan kemajuan teknologi pengenalan wajah menjadi kendala utama, membuat agen semakin sulit menghindari deteksi. Wakil Direktur CIA Michael Ellis mengakui masalah ini dalam wawancara baru-baru ini:
“Meskipun beberapa alat dan teknik dari tahun 1960-an atau 70-an mungkin masih berfungsi saat ini, banyak di antaranya yang perlu diperbarui dan disegarkan,” ujar Ellis.
Laporan WaPo juga menyinggung kegagalan perekrutan di masa lalu, seperti kasus perekrutan pejabat China pada awal tahun 2000-an yang berujung pada pembongkaran jaringan mata-mata oleh pihak berwenang Beijing. Akibatnya, puluhan aset CIA dipenjara bahkan dieksekusi.
Baca Juga:
Polri Pastikan Keamanan Stadion Sumpah Pemuda Lampung
Pandemi COVID-19 semakin memperparah situasi dengan membatasi pertemuan tatap muka dengan informan. Rencana pemotongan anggaran yang akan menutup 10 kedutaan dan 17 konsulat AS juga mengancam untuk mengurangi jejak CIA secara global.
Dalam upaya menarik pembelot, CIA bahkan memproduksi video “berkualitas Hollywood” yang disebar melalui media sosial, menargetkan Rusia dan China. Meskipun beberapa warga Rusia merespon, CIA menolak memberikan detail lebih lanjut. Kampanye ini justru memicu ketidakpercayaan dan parodi di kedua negara.
Di dalam negeri, perekrutan agen baru CIA juga menurun drastis sejak 2019. Seorang mantan pejabat mengatakan kepada Post bahwa arahan terbaru dari Gedung Putih yang menyebabkan bocornya daftar perekrutan baru (termasuk nama depan dan inisial) berdampak negatif pada moral dan keamanan. Pada 2021, CIA bahkan mendapat ejekan karena video rekrutmen yang menampilkan “Milenial cisgender yang telah didiagnosis dengan gangguan kecemasan umum.”
Baca Juga:
Dukung Gizi Anak Disabilitas, Sekda Zaldi Resmikan MBG Kolaborasi Swasta di Kibin
Ellis menegaskan bahwa kepemimpinan CIA saat ini fokus membangun “meritokrasi terbaik di CIA.” Namun, tantangan merekrut dan mempertahankan mata-mata di era teknologi canggih dan pengawasan ketat ini tetap menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi badan intelijen tersebut.
















