Serang — Selasa (20/5), tujuh kementerian melaksanakan program rehabilitasi dan pemberdayaan sosial di Taman Firdaus, Desa Talaga, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten. Program ini merupakan kelanjutan inisiasi revitalisasi Sungai Gus Ipul, gagasan Ketua Umum SMSI, Firdaus, tokoh pers Banten. Taman Firdaus, yang meliputi Sungai Gus Ipul, menjadi lokasi percontohan lintas kementerian dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Ketujuh kementerian tersebut adalah Kementerian Sosial, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Koperasi, Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Programnya mencakup penyaluran alat bantu bagi penyandang disabilitas (tangan palsu, tongkat), serta pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif.
“Kita punya keinginan yang sama: mengentaskan kemiskinan. Tujuh kementerian ini harus bergerak bersama dan solid,” tegas Deputi Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Haris. Desa Talaga dipilih karena tingkat kemiskinannya tinggi, namun punya potensi lokal yang belum tergarap. Program ini mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2005 tentang penggunaan data BPS untuk penanganan kemiskinan.
Baca Juga:
Bazar Murah Ramadhan Digelar di Jawilan, Bupati Serang Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
Empat prioritas utama program ini adalah: menyasar desa miskin yang belum berkembang; menjangkau wilayah sulit diakses; mendorong UMKM dan ekonomi kreatif; serta membangun Sekolah Rakyat sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. “Desa Talaga menjadi lokus awal model percontohan program lintas kementerian,” kata Haris.
Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos, Mira Riyati Kurniasih, menyatakan Desa Talaga ditetapkan sebagai desa dampingan karena urgensi penanganan kemiskinan dan potensi ekonomi besarnya. “Selain tingkat kemiskinan tinggi, ada potensi yang bisa dikembangkan sebagai penggerak ekonomi warga,” ujarnya. Ia menambahkan, pelaksanaan program membutuhkan kolaborasi lintas kementerian dan dukungan pemerintah desa. “Sinergi dan komitmen jadi kunci keberhasilan. Kami berharap Desa Talaga bisa menjadi desa yang sejahtera dan mandiri,” tambahnya.
Baca Juga:
PGRI Negara Batin Sukses Gelar Konferensi, Pilih Pengurus Baru
Kegiatan tersebut juga mencakup dialog antara perwakilan kementerian dan warga Taman Firdaus untuk menyerap aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Pemerintah berharap pendekatan kolaboratif ini mempercepat kebangkitan desa tertinggal seperti Talaga dan mendorong pemerataan kesejahteraan di seluruh Indonesia.















