SERANG – Pemerintah Kabupaten Serang mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadan Ramah Anak 1447 Hijriah yang diinisiasi oleh Yayasan Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama (YPM NU). Kegiatan ini dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus membentuk karakter anak sejak usia dini.
Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah saat menutup secara resmi kegiatan Pesantren Ramadan Ramah Anak di Aula Tb Suwandi, Kabupaten Serang, Kamis (5/3/2026). Program tersebut telah berlangsung sejak 2 Maret 2026 dan dilaksanakan di sejumlah PAUD yang tersebar di wilayah Kabupaten Serang.
Bupati Serang menilai kegiatan ini bukan sekadar kegiatan keagamaan biasa, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak. Melalui pendekatan bermain sambil belajar, anak-anak diperkenalkan pada nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, serta kebiasaan baik selama bulan suci Ramadan.
“Pesantren Ramadan Ramah Anak ini sangat baik untuk membentuk generasi yang cerdas, berakhlakul karimah, dan memiliki karakter yang kuat sejak usia dini,” ujar Ratu Rachmatuzakiyah yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD Kabupaten Serang.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan sejumlah pesan kepada anak-anak peserta Pesantren Ramadan. Salah satunya adalah agar menjadi “juara sahur”, yaitu anak-anak yang semangat bangun sahur dan menjaga kesehatan selama berpuasa.
“Anak-anak hebat pasti bangun kalau dibangunkan ayah atau bunda saat sahur. Jangan lupa makan makanan bergizi, makan sayur, dan minum susu supaya tubuh kuat dan puasanya bisa sampai magrib,” pesannya kepada para peserta.
Selain itu, Bupati juga mengajak anak-anak untuk belajar menjadi “pahlawan puasa”. Menurutnya, puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran serta kemampuan mengendalikan emosi.
“Di bulan Ramadan kita belajar menahan marah, tidak mudah menangis, dan berusaha menjadi anak yang sabar. Kalau puasanya baru kuat setengah hari tidak apa-apa, besok dicoba lagi supaya lebih lama,” katanya.
Pesan lain yang disampaikan Bupati adalah agar anak-anak menjadi “bintang masjid”. Ia mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban ketika berada di rumah ibadah agar suasana tetap khusyuk.
“Kalau ikut salat berjamaah di masjid harus tertib, tidak berlari-larian atau berteriak. Kita harus tenang supaya semua bisa beribadah dengan khusyuk,” ujarnya.
Baca Juga:
Merajut Asa Jurnalisme di HPN 2025: Perjalanan SMSI Kabupaten Serang ke Riau
Tak hanya itu, Bupati juga mendorong anak-anak untuk gemar melakukan kebaikan selama bulan Ramadan. Menurutnya, setiap perbuatan baik akan mendapatkan pahala berlipat ganda.
“Berbuat baik bisa dimulai dari hal sederhana, seperti tersenyum kepada teman, berbagi makanan saat berbuka puasa, atau membantu bunda merapikan mainan di rumah,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan Pesantren Ramadan Ramah Anak merupakan langkah awal dalam membentuk generasi unggul yang berkarakter. Namun demikian, pendidikan utama bagi anak tetap berada di lingkungan keluarga.
Bupati mengajak para orang tua untuk menciptakan suasana religius di rumah, mempertahankan kebiasaan baik selama Ramadan, serta membatasi penggunaan gawai pada anak-anak.
“Kita harus menciptakan suasana islami di keluarga. Batasi penggunaan gawai bagi anak-anak, ajak mereka salat berjamaah dan mengaji bersama. Orang tua harus menjadi teladan bagi anak-anak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pesantren Ramadan Ramah Anak, Titin Prihatini, menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung sejak 2 Maret hingga 5 Maret 2026 tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta.
Menurutnya, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul, berakhlak mulia, serta menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Serang di masa depan.
“Alhamdulillah selama kegiatan berlangsung anak-anak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Insyaallah ini menjadi keberkahan bagi anak-anak kita, khususnya anak usia dini di Kabupaten Serang,” ujarnya.
Titin juga menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak-anak, terutama dalam penggunaan gadget. Hal ini sejalan dengan arahan Bupati Serang agar anak-anak tidak terlalu bergantung pada perangkat digital.
“Penggunaan gadget harus pelan-pelan dihindari, dan orang tua harus aktif mendampingi anak-anak. Kami juga terus bersinergi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Serang untuk mendukung pendidikan karakter bagi anak usia dini,” katanya.
Baca Juga:
Andra Soni Dorong Infrastruktur dan SDM untuk Pertumbuhan Ekonomi Merata di Banten
Melalui kegiatan Pesantren Ramadan Ramah Anak ini, diharapkan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, serta kebiasaan berbuat baik dapat tertanam sejak dini sehingga mampu membentuk generasi masa depan yang berkarakter, cerdas, dan berakhlak mulia di Kabupaten Serang.












