SERANG – PB Mathla’ul Anwar menerima kunjungan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono bersama Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman dalam rangkaian kegiatan Ramadan di Serang, Banten, Sabtu (21/2/2026). Kunjungan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog strategis antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam.
Kedatangan kedua menteri tersebut disambut langsung oleh Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, KH Embay Mulya Syarief, didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal PB Mathla’ul Anwar Nur Aziz Hakim, jajaran pengurus, serta keluarga besar Mathla’ul Anwar. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu strategis nasional dibahas, mulai dari penguatan ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat, pemerataan pembangunan antarwilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga peran organisasi kemasyarakatan Islam dalam menjaga persatuan serta stabilitas nasional.
Menko Infrastruktur AHY menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan elemen masyarakat agar kebijakan nasional dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi rakyat. Ia menyoroti peran strategis organisasi kemasyarakatan Islam, khususnya yang memiliki basis pendidikan kuat, dalam mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus memperkuat kohesi sosial.
“Mathla’ul Anwar merupakan salah satu organisasi Islam tertua di Indonesia dengan pengaruh luas, terutama di bidang pendidikan. Saya mengapresiasi komitmen dan konsistensinya yang terus menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat. Kontribusi di sektor pendidikan ini sangat penting karena pendidikan adalah fondasi utama pembangunan kewilayahan,” ujar Agus Harimurti Yudhoyono.
Baca Juga:
Gawat! Makan Bergizi Gratis Jadi Penyebab Utama Keracunan Pangan di RI?
Menyambut hal tersebut, Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar KH Embay Mulya Syarief menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menko AHY dan Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman. Ia menegaskan kesiapan Mathla’ul Anwar untuk terus mengambil peran strategis dalam mendukung agenda-agenda nasional.
Menurut KH Embay, sebagai salah satu organisasi Islam tertua di Indonesia, Mathla’ul Anwar memiliki basis massa yang kuat dan mengakar hingga ke pedesaan. Dengan lebih dari 10 juta anggota, simpatisan, alumnus, santri, dan keluarga besar, Mathla’ul Anwar telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan pendidikan serta pemberdayaan umat.
Saat ini, Mathla’ul Anwar mengelola sekitar 2.000 madrasah dan sekolah di berbagai daerah, serta 73 Perguruan Mathla’ul Anwar. Organisasi ini juga memiliki 34 Pengurus Wilayah tingkat provinsi, yang mencerminkan jejaring nasional yang solid dan berkelanjutan.
Mathla’ul Anwar didirikan pada 10 Syawal 1334 H atau 10 Juli 1916 di Menes, Pandeglang, Banten, oleh KH Mas Abdurrahman, KH Entol M Yasin, dan KH Tb. Moh. Soleh. Sejak awal berdirinya, organisasi ini berkomitmen pada dakwah dan pendidikan Islam melalui pendirian madrasah, penguatan nilai-nilai keislaman, serta pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Baca Juga:
Diterjang Angin Kencang, Pohon Tumbang Lumpuhkan Jalan Cikande-Kopo, Polisi Sigap Evakuasi!
“Insyaallah, Mathla’ul Anwar akan terus mengambil peran strategis dalam mendukung agenda nasional, menjaga moderasi beragama, memperkuat pendidikan, serta menghadirkan solusi nyata bagi umat dan bangsa,” tutup KH Embay Mulya Syarief.












