SERANG – Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyatakan dukungan penuh terhadap aspirasi Pemerintah Kabupaten Serang terkait rencana pelebaran Jalan Serdang–Bojonegara yang berada di Ruas Jalan Serdang–Bojonegara–Merak (SBM). Dukungan tersebut diberikan sebagai respons atas kondisi jalan nasional yang dinilai sudah tidak lagi mampu menampung tingginya aktivitas lalu lintas, terutama di kawasan industri strategis Kabupaten Serang.
Dukungan itu disampaikan saat Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan aspirasi secara langsung dalam audiensi bersama Komisi V DPR RI, usai mendampingi kunjungan kerja spesifik ke proyek Jalan Tol Serang–Panimbang. Kegiatan tersebut berlangsung di Plaza Tol Wika Serang–Panimbang, Desa Kaduagung, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Kamis, 22 Januari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Ratu Rachmatuzakiyah yang akrab disapa Ratu Zakiyah memaparkan sejumlah persoalan infrastruktur krusial yang selama ini dikeluhkan masyarakat Kabupaten Serang. Salah satu yang paling mendesak, menurutnya, adalah pelebaran Jalan Serdang–Bojonegara yang telah puluhan tahun dinantikan warga.
“Jalan ini sudah lama sekali diharapkan masyarakat untuk diperlebar. Kondisinya sangat padat, sementara aktivitas industri dan kendaraan berat terus meningkat setiap tahun,” ujar Ratu Zakiyah di hadapan anggota Komisi V DPR RI.
Selain persoalan jalan, Ratu Zakiyah juga menyampaikan aspirasi terkait rencana pembangunan exit tol di Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan. Exit tol tersebut direncanakan sebagai akses utama menuju Rumah Sakit Adhyaksa Banten, guna mempercepat pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Kami berharap ada exit tol di Kendayakan sebagai pintu masuk ke Rumah Sakit Adhyaksa Banten. Ini penting untuk mempercepat akses pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan darurat,” katanya.
Tak hanya itu, Ratu Zakiyah turut menyoroti persoalan relokasi salah satu bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Cikeusal yang berada tepat di jalur pembangunan Tol Serang–Panimbang. Ia menyebutkan bahwa keberadaan sekolah di jalur tol tersebut telah menimbulkan banyak keluhan dari masyarakat.
“Jadi mohon dorongan dari Bapak dan Ibu Anggota DPR RI agar relokasi sekolah ini bisa dipercepat. Banyak sekali aduan dari masyarakat. Kasihan anak-anak, karena kegiatan belajar mengajar jadi terganggu dan ini juga menyangkut keselamatan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ratu Zakiyah menjelaskan bahwa Kabupaten Serang memiliki kawasan industri besar yang terletak di Kecamatan Bojonegara dan Pulo Ampel. Di wilayah tersebut, berdiri sejumlah industri berskala nasional hingga internasional, seperti PT Wilmar Group, Pipa Gas Negara (PGN), PT Candra Asri, serta industri besar lainnya. Namun ironisnya, keberadaan industri tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan fasilitas dasar bagi masyarakat sekitar.
“Meski ini wilayah industri besar, tetapi tidak berbanding lurus dengan fasilitas yang didapatkan masyarakat. Jalan masih hanya dua jalur, padahal jumlah penduduk di kawasan industri ini mencapai 30.881 jiwa,” jelas Ratu Zakiyah.
Ia menambahkan bahwa masyarakat di wilayah tersebut sudah puluhan tahun menantikan realisasi pelebaran jalan yang pernah dijanjikan oleh pemerintah pusat. Namun hingga kini, janji tersebut belum juga terwujud.
Baca Juga:
Rapat Koordinasi Percepatan Pengadaan Lahan Exit Tol RS Adhyaksa
“Pelebaran jalan ini sudah puluhan tahun dijanjikan, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Masyarakat terus menunggu,” katanya.
Kondisi jalan yang sempit dan padat, lanjut Ratu Zakiyah, semakin diperparah dengan tingginya aktivitas pertambangan di wilayah Bojonegara dan Pulo Ampel. Saat ini terdapat sekitar 47 perusahaan tambang legal yang beroperasi di kawasan tersebut.
“Ini dampak dari ditutupnya tambang di wilayah lain. Akhirnya wilayah Bojonegara dan Pulo Ampel menjadi tujuan aktivitas tambang. Akibatnya jalan semakin krodit dan cepat rusak,” terangnya.
Ratu Zakiyah mengungkapkan bahwa dirinya telah menemui Menteri Pekerjaan Umum dan menyampaikan langsung permohonan agar pelebaran Jalan Serdang–Bojonegara segera dilakukan. Oleh karena itu, ia berharap Komisi V DPR RI dapat memberikan dorongan politik agar percepatan pembangunan bisa segera direalisasikan.
“Mohon dukungan dari Bapak dan Ibu Dewan untuk mendorong Kementerian PU agar pelebaran jalan ini bisa segera dibangun, karena ini kewenangan pemerintah pusat,” pintanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Rombongan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi V, Ridwan Bae, menyampaikan apresiasi atas keseriusan Bupati Serang dalam memperjuangkan kepentingan masyarakatnya.
“Kami mengapresiasi apa yang disampaikan Ibu Bupati. Aspirasi ini sangat jelas dan memang dibutuhkan masyarakat,” ujar Ridwan Bae.
Ia menegaskan bahwa Komisi V DPR RI siap mendukung dan akan memperjuangkan pelebaran Jalan Serdang–Bojonegara kepada Kementerian Pekerjaan Umum.
“Kami akan memperjuangkan, karena kami adalah wakil rakyat. Kami akan meminta dan mendorong Menteri PU agar Jalan Nasional Serdang–Bojonegara segera diperlebar. Aspirasi Ibu Bupati Serang ini akan kami kawal,” tegasnya.
Dukungan senada juga disampaikan oleh Anggota Komisi V DPR RI dari Daerah Pemilihan Banten I Pandeglang–Lebak, Ahmad Fauzi. Ia memastikan bahwa proses pelebaran jalan tersebut akan terus dikawal hingga terealisasi.
“Saya kira ini harus kita kawal bersama. Saat ini kita masih menunggu Detail Engineering Design atau DED dari Pemerintah Provinsi Banten. Setelah itu, kami akan terus mendorong dan memastikan agar pembangunan ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Ahmad Fauzi.
Baca Juga:
Amankan Krui Pro 2025, Polri Lakukan Penilaian Risiko
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Hubungan Antar Lembaga Triono Junoasmono, Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian Pekerjaan Umum Dedi Gunawan, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan bagi masyarakat Kabupaten Serang.















