• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, Maret 21, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Ladang Jagung Program Ketahanan Pangan di Tangerang Kini Terbengkalai

Yustinus Agus by Yustinus Agus
01/01/2026
0
Ladang Jagung Program Ketahanan Pangan di Tangerang Kini Terbengkalai
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

TANGERANG – Pada musim penghujung di tahun 2025, sebuah lahan jagung seluas puluhan hektar di Desa Bantarpanjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, yang semula menjadi wacana kebanggaan bagi program ketahanan pangan nasional, kini justru menjadi pemandangan yang jauh dari harapan. Ladang jagung yang semula diresmikan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada bulan Oktober 2025 dalam sebuah acara seremonial yang diikuti pejabat tinggi negara dan jajaran aparat penegak hukum, kini tersebar foto dan video memperlihatkan keadaan yang terbengkalai, dipenuhi rumput liar, dan tanaman jagung yang tumbuh tidak merata serta menguning.

Kunjungan Gibran pada saat itu dimaksudkan untuk menandai penanaman jagung secara simbolis sebagai bagian dari program penanaman serentak kuartal IV yang digagas oleh Kepolisian Republik Indonesia bersama pemerintah pusat untuk mendukung ketahanan pangan. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Polri dalam koordinasi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, serta instansi terkait lainnya. Turut hadir dalam peresmian itu adalah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Bupati Tangerang, Gubernur Banten, serta jajaran pemerintah daerah dan aparat keamanan lainnya.

Saat itu, lahan jagung seluas sekitar 50 hektar tampak menjadi simbol upaya kolaboratif pemerintah dalam menghadapi tantangan penyediaan pangan nasional. Wakil Presiden Gibran bahkan sempat memberikan arahan kepada para petani dan masyarakat setempat tentang pentingnya inovasi dalam pertanian dan peran generasi muda dalam mengadopsi teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas sektor pangan. Antusiasme para petani serta dukungan berbagai pihak menjadi sorotan media lokal dan nasional.

BacaJuga

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Namun, tiga bulan setelah acara tersebut, pemandangan di lokasi menjadi sangat kontras. Pantauan di lapangan menunjukkan sebagian besar areal ladang dipenuhi dengan rumput liar yang tumbuh subur, bahkan lebih tinggi daripada tanaman jagung. Ribuan tanaman jagung yang semula diharapkan tumbuh subur kini terlihat tumbuh dengan tinggi yang tidak merata, sebagian batang dan daunnya mulai menguning, dan banyak pula tanaman yang tumbuh pendek atau bahkan roboh. Di beberapa titik, tanah terlihat kering dan retak, memberikan kesan bahwa perawatan dan pemeliharaan tanaman jagung itu sangat minim atau bahkan hampir tidak ada.

Menariknya, di tengah area yang seharusnya menjadi pusat kegiatan pertanian, tidak terlihat aktivitas penanaman atau perawatan yang dilakukan secara intensif oleh petani atau tenaga pendamping. Suasana lahan justru nampak sepi, bahkan penjagaan pun tidak terlihat. Hanya beberapa warga yang hadir di lokasi tampak mencari rumput atau bahan pakan ternak, bukan bekerja pada ladang jagung itu sendiri.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat lokal dan pengamat pertanian tentang kelanjutan program ketahanan pangan yang semula digembar-gemborkan secara besar-besaran oleh pemerintah. Banyak yang mempertanyakan mengapa ladang yang menjadi simbol harapan itu kini terabaikan, padahal investasi besar dalam bentuk penanaman dan dukungan logistik telah dilakukan.

Sejumlah pengamat pertanian dan tokoh masyarakat bahkan memberikan komentar pedas terhadap kondisi yang ada. Mereka menilai bahwa inisiatif program ini seolah gagal total karena tidak diikuti dengan perencanaan teknis yang matang dan pendampingan berkala kepada para petani. Kritikus mengungkapkan bahwa kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah Banten belakangan ini berkontribusi terhadap tanaman yang tidak optimal, dan kurangnya sistem irigasi serta pengelolaan lahan yang baik semakin memperburuk situasi.

“Ini bukan hanya soal tanaman jagung yang gagal tumbuh, tetapi juga tentang bagaimana komitmen pemerintah dalam menjalankan program ketahanan pangan secara nyata, bukan sekadar retorika atau seremonial,” ungkap seorang aktivis pertanian yang enggan disebutkan namanya. Dalam pandangannya, ketahanan pangan harus diukur dengan hasil panen yang konkret, bukan hanya dengan kegiatan penanaman simbolis yang penuh foto-foto pejabat.

Baca Juga:
Andra Soni: Inisiatif Prabowo Tingkatkan Kualitas Hidup di Banten, dari Pendidikan hingga Kesehatan

Respons terhadap kondisi ini datang dari pihak kepolisian setempat. Pihak Polresta Tangerang menyatakan bahwa mereka tengah melakukan evaluasi teknis terhadap lahan jagung tersebut. Evaluasi ini mencakup kajian tentang kualitas tanah, curah hujan, manajemen pertanian, serta kebutuhan pupuk dan pendampingan yang sesungguhnya diperlukan untuk memastikan tanaman jagung bisa tumbuh lebih optimal pada siklus tanam berikutnya. Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Kapolresta Tangerang, menjelaskan bahwa karakteristik tanah yang kurang mendukung serta curah hujan yang tidak menentu merupakan faktor utama yang menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang merata.

Menurut pemantauan awal, lahan di Desa Bantarpanjang memiliki tanah merah kekuningan yang relatif miskin unsur hara dan sebagian bercampur batuan padas, sehingga membutuhkan perbaikan struktur tanah dan pengayaan nutrisi yang lebih intensif. Hujan lebat yang turun secara sporadis juga memicu erosi dan pencucian unsur hara serta pupuk yang telah diberikan, sehingga pertumbuhan jagung menjadi tidak optimal.

Proses evaluasi ini rencananya akan dilanjutkan dengan program pembinaan dan pengembangan lahan, termasuk kemungkinan pengaturan jadwal tanam ulang jagung dan perbaikan sistem pengairan. Langkah-langkah tersebut diupayakan untuk menghindari kegagalan yang sama pada masa mendatang. Pihak kepolisian juga berencana melibatkan pakar agronomi dan instansi pertanian terkait untuk memberikan pendampingan teknis kepada para petani setempat.

Sementara itu, sejumlah petani lokal yang diwawancarai mengungkapkan rasa kecewa. Mereka mengatakan bahwa awalnya program tersebut membawa harapan besar untuk meningkatkan taraf hidup melalui produktivitas jagung yang diharapkan memberi penghasilan tambahan. Namun, kini mereka merasa dibiarkan tanpa dukungan nyata ketika tanaman mulai menunjukkan gejala tidak berkembang dengan baik.

Peristiwa di Tangerang ini kemudian mencuat menjadi perbincangan di kalangan masyarakat luas, terutama di media sosial dan forum diskusi publik. Banyak warga yang mempertanyakan bagaimana sebuah program strategis nasional bisa berujung seperti ini, serta apa makna dari peluncuran acara besar-besaran jika implementasinya tidak berjalan mulus di lapangan.

Kisah ladang jagung di Tigaraksa menjadi refleksi nyata tentang tantangan besar dalam pelaksanaan program ketahanan pangan di Indonesia. Dari langkah awal yang dipenuhi optimisme dan dukungan pejabat tinggi, hingga kondisi di akhir tahun yang menunjukkan realitas pahit di lapangan: tanaman jagung yang dibiarkan tumbuh tanpa pengawasan intensif, rumput liar yang menguasai lahan, dan harapan petani yang mengendur.

Meski demikian, proses evaluasi dan upaya perbaikan masih berlangsung, menunjukkan bahwa pihak terkait menyadari pentingnya langkah korektif untuk merevitalisasi lahan tersebut. Bagaimana hasil evaluasi dan pembinaan yang tengah dijalankan akan menentukan masa depan lahan jagung ini, serta apakah program ketahanan pangan nasional dapat belajar dari kasus ini untuk meningkatkan efektivitas di masa mendatang.

Baca Juga:
Polri Pastikan Keamanan Kilang Pertamina Sorong

Dengan demikian, ladang jagung yang dulu menjadi simbol kebanggaan kini berubah menjadi cerminan tantangan nyata di lapangan — bahwa ambisi besar perlu disertai perencanaan matang, pendampingan berkelanjutan, serta sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat, dan petani di tingkat akar rumput demi terwujudnya ketahanan pangan yang sesungguhnya.

Tags: #jagung#ladang#tangerang#terbengkelai
Previous Post

Ucapan Selamat Tahun Baru 2026

Next Post

Kabupaten Serang Kucurkan Rp14,6 Miliar Demi Atasi Krisis Sampah

Related Posts

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil
Daerah

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

by Yustinus Agus
14/03/2026
0

SERANG – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan ditunjukkan melalui kolaborasi antara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) 234 Solidarity Community (SC)...

Read more
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id