• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, Maret 21, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Arwana RI Jadi Primadona di Pasar China, Transaksi Capai Jutaan Dolar

Yustinus Agus by Yustinus Agus
26/12/2025
0
Arwana RI Jadi Primadona di Pasar China, Transaksi Capai Jutaan Dolar
0
SHARES
1
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Tidak seperti komoditas ekspor khas Indonesia seperti minyak sawit, batu bara, atau kopi, ada satu ekspor yang belakangan menjadi magnet bagi pasar internasional, khususnya China. Ia bukan batu bara atau produk pertanian, melainkan ikan hias — yang sering dianggap hanya sebagai pajangan di akuarium rumahan.

Arwana, ikan air tawar yang dikenal dengan bentuknya yang memanjang, warna yang memikat, serta gerakannya yang anggun nan elegan, kini sedang naik daun di pasar global. Pada perdagangan terbaru, permintaan dari China terhadap arwana asal Indonesia mencapai puncaknya, dengan nilai transaksi yang disebut-sebut menembus jutaan dolar Amerika Serikat. Permintaan besar ini mencerminkan bagaimana ikan yang satu ini telah menjadi fenomena tersendiri baik dalam dunia hobi maupun bisnis internasional.

Arwana bukan sekadar ikan biasa. Di banyak budaya, terutama di China dan beberapa negara Asia lainnya, ikan ini dianggap membawa keberuntungan dan simbol kekayaan. Kepercayaan tersebut mendorong permintaan terhadap arwana yang berkualitas tinggi — pada jenis tertentu seperti super red dan golden crossback, harganya bisa melonjak sangat tinggi di pasar kolektor. Ini menjadikannya bukan hanya ikan hias, tetapi juga aset bernilai ekonomi tinggi.

BacaJuga

Gunungan Sampah Tutupi Pasar Cimanggis, Pedagang dan Warga Resah

Dunia Mengakui Keindahan Pulau Komodo, Masuk Daftar 20 Destinasi Terbaik 2026

Dalam beberapa tahun terakhir, Asian arowana (Scleropages formosus) telah lama diburu oleh penggemar dan kolektor di berbagai belahan dunia karena warnanya yang mencolok, pola sisiknya, dan karakter uniknya yang mirip naga, sehingga sering disebut sebagai “dragon fish”. Di negara-negara Asia Timur, terutama China, Vietnam, dan Jepang, kultur memelihara arwana telah menjadi bagian dari status sosial. Tidak mengherankan jika arwana tertentu bisa dihargai lebih mahal daripada banyak jenis ikan hias lainnya di pasar internasional.

Permintaan dari China yang begitu tinggi menjadi angin segar bagi para pembudidaya arwana di Indonesia. Selama ini, Indonesia memang dikenal sebagai salah satu negara penghasil arwana berkualitas tinggi karena kondisi alam tropisnya yang sesuai bagi ikan ini berkembang biak. Bahkan, sebagian besar ekspor arwana Indonesia secara historis mengarah ke pasar China, di mana kolektor dan pengusaha hobi ikan hias rela membayar harga premium untuk mendapatkan spesimen yang langka.

Permintaan yang ‘meluap’ ini sebetulnya bukan fenomena yang tiba-tiba. Selama bertahun-tahun, pasar ekspor arwana menunjukkan tren positif — namun dalam beberapa periode tertentu, terutama ketika ekonomi global pulih pascapandemi dan rantai pasok kembali normal, nilai transaksi untuk arwana Indonesia melonjak tajam, khususnya ke China. Para pelaku industri mengungkap bahwa nilai ekspor arwana ke China sudah berada di level jutaan dolar AS. Akar dari tingginya transaksi ini adalah kombinasi antara permintaan konsumen yang tinggi, kualitas ikan yang unggul, serta jaringan distribusi yang terus menguat di pasar Asia Timur.

Permintaan China: Lebih dari Sekadar Hobi

China bukan hanya salah satu pasar terbesar untuk arwana Indonesia, tetapi juga pelabuhan utama bagi pertumbuhan penjualan ikan hias ini. Kolektor di berbagai kota besar China bersedia membayar tinggi karena ada nilai prestise yang melekat pada kepemilikan arwana, terutama yang bermotif langka atau berwarna sangat mencolok. Perlu dipahami bahwa ikan-ikan ini sering kali tersertifikasi, dibesarkan melalui budidaya yang ketat, dan dikirim dengan persyaratan kesehatan serta karantina yang memenuhi standar internasional.

Permintaan ini pada akhirnya mendorong para peternak dan pelaku industri ikan hias Indonesia untuk meningkatkan produksi dan mutu. Bukan hanya kalangan besar saja yang terlibat — usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pembudidaya arwana di berbagai daerah, terutama di Kalimantan Barat dan beberapa bagian Sumatra, ikut merasakan dampaknya. Dengan semakin banyaknya pengiriman arwana ke luar negeri, para peternak lokal pun mendapatkan peluang pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan sekadar menjual di pasar domestik.

Baca Juga:
Peresmian Grha Bank Banten: Membangun Kemandirian Ekonomi Daerah

Namun begitu, ekspor arwana ke China tidak selalu mulus tanpa tantangan. Komoditas ikan hidup seperti arwana memerlukan prosedur karantina yang ketat, surat kesehatan, serta sertifikasi khusus sebelum dikirim ke luar negeri. Ini berarti peternak dan eksportir Indonesia harus terus memperhatikan standar internasional terkait kesehatan ikan, penanganan transportasi, dan kepatuhan terhadap peraturan internasional untuk hewan hidup. Salah satu aspek penting adalah proses pengawasan karantina yang ketat untuk memastikan bahwa ikan dikirim dalam kondisi sehat dan tidak membawa penyakit atau hama yang bisa merugikan negara tujuan.

Arwana: Dari Sungai ke Pasar Global

Seiring dengan naiknya nilai transaksi arwana di pasar global, pertumbuhan industri budidaya ikan hias ini pun ikut terdorong. Di wilayah seperti Kalimantan Barat, sejumlah peternak serius memfokuskan diri pada pembenihan serta budidaya arwana genetik unggul. Mereka berupaya mengawinkan ikan-ikan unggulan sehingga menghasilkan generasi baru yang lebih menarik secara visual dan lebih berharga di pasar luar negeri.

Kebutuhan untuk menjaga kualitas ini juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan asosiasi perikanan. Misalnya, pemerintah melalui berbagai dinas terkait sering mengadakan bimbingan teknis, dukungan pemasaran, serta pelatihan terkait prosedur ekspor untuk membantu peternak lokal memasuki pasar global. Ini sangat penting agar Indonesia tidak hanya mengekspor ikan hidup mentah, tetapi meningkatkan nilai tambahnya dengan memenuhi standar kualitas yang lebih tinggi — baik dari segi mutu ikan maupun praktik budidaya.

Peningkatan ekspor arwana juga berkaitan dengan pertumbuhan pangsa pasar ekspor ikan hias Indonesia secara umum. Data menunjukkan bahwa Indonesia adalah salah satu eksportir utama ikan hias dunia, dengan pasar ekspor yang mencakup negara-negara Asia, Eropa, dan Amerika. Keberhasilan Indonesia mempertahankan posisi ini turut memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa negara. Ekspor arwana, meskipun hanya sebagian dari total ekspor ikan hias, tetap memberi dampak ekonomi yang kuat karena harga jualnya yang tinggi.

Tantangan dan Peluang ke Depan

Menghadapi masa depan, industri arwana Indonesia dihadapkan pada sejumlah tantangan sekaligus peluang. Tantangan utamanya meliputi kebutuhan untuk mematuhi standar internasional yang terus berkembang, menjaga keberlanjutan budidaya agar tidak merusak ekosistem alami, serta memperluas jaringan distribusi global agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen di luar China saja.

Selain itu, persaingan di pasar global ikan hias juga terus meningkat, dengan negara-negara lain seperti Vietnam, Malaysia, dan Thailand juga mengembangkan budidaya arwana dan ikan hias lainnya. Hal ini memaksa pelaku industri untuk terus berinovasi, memperbaiki kualitas produksi, serta memperluas strategi pemasaran internasional yang lebih efektif.

Baca Juga:
FEB Unpad: Dominasi Global, Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Jepang!

Namun dari sisi peluang, tren global menunjukkan bahwa permintaan untuk ikan hias premium seperti arwana terus tumbuh. Ini didorong oleh meningkatnya minat hobi memelihara ikan dan meningkatnya jumlah kolektor di pasar Asia, Eropa, dan Amerika. Dengan pasar bernilai miliaran dolar global untuk ikan hias, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pemasok utama ikan hias berkelas dunia, terutama jika bisa mempertahankan kualitas serta membangun reputasi sebagai negara yang menyediakan arwana berkualitas tinggi.

Tags: #arwana#ikan
Previous Post

Kapolres Serang Larang Petasan dan Kembang Api Demi Keamanan Malam Tahun Baru

Next Post

Polisi dan TNI Patroli Dialogis Amankan Liburan di Curup Gangsa

Related Posts

Gunungan Sampah Tutupi Pasar Cimanggis, Pedagang dan Warga Resah
International

Gunungan Sampah Tutupi Pasar Cimanggis, Pedagang dan Warga Resah

by Yustinus Agus
16/12/2025
0

TANGERANG SELATAN - Pagi itu, matahari belum sepenuhnya menghangatkan kawasan Pasar Cimanggis di Tangerang Selatan, namun suasana yang menyambut siapa pun...

Read more
Dunia Mengakui Keindahan Pulau Komodo, Masuk Daftar 20 Destinasi Terbaik 2026

Dunia Mengakui Keindahan Pulau Komodo, Masuk Daftar 20 Destinasi Terbaik 2026

13/12/2025
Hanoi Darurat Polusi: Kabut Beracun Kian Pekat, Warga Terancam

Hanoi Darurat Polusi: Kabut Beracun Kian Pekat, Warga Terancam

12/12/2025
Andra Soni Dorong Infrastruktur dan SDM untuk Pertumbuhan Ekonomi Merata di Banten

Andra Soni Dorong Infrastruktur dan SDM untuk Pertumbuhan Ekonomi Merata di Banten

11/12/2025
Kapal Pesiar Internasional Tiba di Jakarta, Dorong Pariwisata Laut dan Ekonomi Lokal

Kapal Pesiar Internasional Tiba di Jakarta, Dorong Pariwisata Laut dan Ekonomi Lokal

10/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id