• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Minggu, Maret 22, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Hujan Deras Sebabkan Banjir Bandang di Guci, Kolam Favorit Wisatawan Terhapus

Yustinus Agus by Yustinus Agus
21/12/2025
0
Hujan Deras Sebabkan Banjir Bandang di Guci, Kolam Favorit Wisatawan Terhapus
0
SHARES
1
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

TEGAL – Cuaca ekstrem yang melanda kawasan pegunungan Jawa Tengah pada Sabtu sore menciptakan suasana yang tak terduga di sebuah destinasi wisata yang kerap menjadi pilihan para pelancong dan keluarga. Wisata Guci, sebuah area pemandian air panas alami yang selama bertahun‑tahun menjadi magnet wisata di Kabupaten Tegal, berubah drastis menjadi lokasi bencana alam. Perubahan yang terjadi begitu cepat ini menyisakan pemandangan memilukan sekaligus pelajaran kuat tentang kekuatan alam yang tak terduga.

Sejak pagi hingga sore, wilayah lereng Gunung Slamet mengalami intensitas hujan yang luar biasa tinggi. Hujan yang turun tidak hanya sekadar mengguyur tanah, tetapi terus berlanjut dan semakin deras seiring berjalannya waktu. Curah hujan yang tinggi ini pada akhirnya berdampak langsung pada kondisi aliran sungai di kawasan itu, terutama Sungai Gung yang membentang di dekat area wisata. Sungai yang biasanya menjadi pemandangan alami yang menenangkan berubah menjadi arteri air yang mengamuk.

Masyarakat sekitar, pengelola wahana wisata, hingga para pengunjung yang tengah menikmati liburan di Guci, mungkin tidak menyadari bahwa perubahan cuaca sepanjang hari itu akan berujung pada sebuah bencana. Sejumlah pengunjung menceritakan detik‑detik ketika hujan mulai berubah menjadi banjir bandang. Beberapa dari mereka sempat bingung dan panik karena derasnya aliran air yang tiba‑tiba datang. Air sungai yang meluap membawa material lumpur, pasir, batu, dan bahkan pipa‑pipa besar yang lepas dari tempatnya. Suasana tenang yang semula dipenuhi suara tawa berubah menjadi kekacauan dalam hitungan menit.

BacaJuga

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Banjir bandang yang terjadi di kawasan Pancuran 13 – salah satu titik utama kolam pemandian air panas di Wisata Guci – menyapu bersih hampir seluruh fasilitas yang ada di area tersebut. Pancuran 13 sendiri dikenal sebagai salah satu lokasi favorit wisatawan karena sumber air panasnya yang alami, dipercaya memiliki khasiat relaksasi, serta pemandangan alam sekitarnya yang menyejukkan. Namun siang hingga sore hari itu menjadi saksi bisu bagaimana kolam utama yang selama ini menyambut ribuan pengunjung setiap minggunya hilang tanpa jejak, terbawa arus deras banjir bandang yang melanda kawasan itu.

Seorang warga setempat yang menyaksikan langsung kejadian tersebut menceritakan bagaimana aliran Sungai Gung tiba‑tiba naik sangat cepat menjelang sore. “Air datang begitu cepat. Awalnya hanya seperti hujan deras biasa, tetapi kemudian sungai yang selama ini tenang berubah menjadi deras dan membawa segala sesuatu di depannya,” ujar salah seorang saksi mata yang melihat banjir mulai melanda area wisata. Banyak pengunjung yang masih berada di lokasi ketika itu harus segera diingatkan oleh petugas dan warga untuk segera menjauh demi keselamatan.

Tak hanya kolam air panas yang hilang, jembatan kecil yang biasa digunakan pengunjung untuk menyeberang di area Pancuran 13 juga turut runtuh dan hanyut terbawa arus. Jembatan yang selama ini menjadi ikon kecil bagi para pelancong akhirnya hanyut bersama derasnya arus banjir, meninggalkan pemandangan yang menyayat hati berupa fondasi yang tak lagi utuh. Material lumpur, pasir, dan bebatuan berserakan di mana‑mana, menutup sebagian besar dari apa yang dulu menjadi jalur trotoar dan tempat bersantai para pengunjung.

Baca Juga:
Polres Serang dan Petani Panen Jagung: Bukti Nyata Kemitraan Sukses dalam Mendukung Swasembada Pangan

Salah satu pengelola Pancuran 13, yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung, mengungkapkan perasaan campur aduk saat melihat kondisi setelah banjir surut. “Kami semua terkejut dan merasa hancur melihat kolam pemandian yang kami rawat selama bertahun‑tahun kini hilang begitu saja. Ini pertama kali dalam sejarah Pancuran 13 mengalami kerusakan sedalam ini,” katanya dengan suara yang masih terdengar emosional. Ia menjelaskan bahwa hujan mulai turun sejak siang hari dan semakin meningkat intensitasnya hingga sore, sehingga akhirnya menyebabkan banjir bandang yang begitu dahsyat datang.

Ditambah lagi, sebagian area Pancuran 5, yang berada tak jauh dari Pancuran 13, juga mengalami masalah akibat banjir. Di sana, kolam pemandian tertutup oleh lapisan material yang tebal sehingga hampir tidak dapat dikenali lagi. Ini memperlihatkan betapa kuatnya arus banjir bandang membawa material berat dari hulu sungai yang kemudian menimbulkan kerusakan di sepanjang jalur alirannya.

BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat bergerak cepat ketika menerima laporan mengenai banjir bandang ini. Petugas dari BPBD bersama aparat keamanan, termasuk dari kepolisian, langsung menuju lokasi untuk menangani situasi dan memastikan keselamatan semua pihak yang berada di kawasan wisata. Evakuasi dilakukan dengan prioritas utama keselamatan pengunjung dan pekerja di area tersebut. Semua orang berhasil dievakuasi ke tempat yang aman sebelum banjir bandang mencapai puncaknya. Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa akibat bencana ini.

Meski demikian, kerusakan materiil yang ditimbulkan sangat besar. Area Pancuran 13 diwisuda ditutup sementara, jalur akses diblokade, dan seluruh fasilitas wisata disterilkan dari aktivitas pengunjung. Pihak berwenang juga telah memasang tanda peringatan dan menutup total akses ke kawasan yang terdampak demi menghindari kemungkinan adanya kecelakaan susulan. Bahkan akses utama yang menuju ke lokasi wisata kini terkunci rapat dan dijaga agar tidak ada warga atau wisatawan yang mencoba mendekat.

Kejadian ini menjadi peringatan keras akan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem, terutama di kawasan yang rawan banjir atau berada di daerah aliran sungai. Wisata alam seperti kolam air panas Guci memang menawarkan pesona yang luar biasa, tetapi juga membawa risiko tinggi saat kondisi cuaca tak bersahabat. Dengan pengalaman pahit ini, para pengelola dan warga sekitar siap melakukan evaluasi demi memperbaiki sistem peringatan dini serta langkah kesiapsiagaan apabila cuaca ekstrem kembali terjadi di masa depan.

Baca Juga:
Tragedi Pegawai BRI Link: Wabup Serang Sampaikan Belasungkawa

Di tengah kerusakan yang tersisa, semangat masyarakat untuk bangkit perlahan mulai muncul. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan bisa membantu mempercepat proses pemulihan kawasan wisata yang menjadi kebanggaan Kabupaten Tegal ini. Rencana perbaikan dan rehabilitasi fasilitas wisata sedang disusun agar destinasi yang pernah membawa sukacita bagi ribuan pengunjung setiap tahunnya itu bisa kembali menyambut pelancong dengan pemandangan yang lebih aman dan teratur di kemudian hari.

Tags: #bandang#banjir#guci#tegal#Wisata
Previous Post

Menjelang Libur Panjang, ASDP Siagakan Personel dan Teknologi Baru di Pelabuhan

Next Post

Macan Dahan, Satwa Langka yang Mengintai di Tengah Hutan Tropis

Related Posts

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil
Daerah

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

by Yustinus Agus
14/03/2026
0

SERANG – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan ditunjukkan melalui kolaborasi antara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) 234 Solidarity Community (SC)...

Read more
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id