• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, Maret 21, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Curah Hujan Tinggi Lumpuhkan Sembilan Kecamatan di Sukabumi

Yustinus Agus by Yustinus Agus
17/12/2025
0
Curah Hujan Tinggi Lumpuhkan Sembilan Kecamatan di Sukabumi
0
SHARES
1
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

SUKABUMI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak Senin malam telah berubah menjadi sebuah tragedi alam yang mengguncang kehidupan ribuan warga. Di lebih dari sembilan kecamatan, banjir dan longsor terjadi hampir serempak, memporak-porandakan infrastruktur, merusak permukiman, dan memutus akses vital antar desa. Peristiwa ini bermula dari intensitas curah hujan yang meningkat tajam sejak sore hari Senin, yang kemudian berlanjut hingga dini hari Selasa, menyebabkan tanah tak mampu menahan beban air dan akhirnya bergerak secara masif. Akibatnya, sejumlah titik di sembilan kecamatan itu mengalami longsor besar, banjir bandang, hingga pergerakan tanah yang signifikan.

Di antara area yang paling parah terdampak adalah Kecamatan Warungkiara. Di sini, longsor besar terjadi di Kampung Lio Cilandak Desa Sirnajaya, menutup sepenuhnya akses jalan kabupaten yang biasanya menjadi urat nadi mobilitas warga setempat. Tebing tanah setinggi puluhan meter ambruk, menghantam badan jalan dan menimbun material tanah serta bebatuan yang menghalangi kendaraan dari kedua arah.

Dampak berikutnya terasa di Kampung Cigadog, Desa Bantarkalong, di mana longsor menutup jalan kabupaten di sisi jembatan Cimandiri Leuwi Lalay. Jembatan Cikolomeran yang menghubungkan desa-desa itu juga dilaporkan ambruk akibat tergerus oleh banjir dan tanah bergerak. Sementara itu jalan desa di Kampung Bojonghaur ambles, sehingga mobilisasi warga dan kendaraan roda empat menjadi mustahil dilakukan.

BacaJuga

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Bencana ini tidak hanya terbatas pada longsor semata. Di Desa Mekarjaya, banjir bandang menghantam hamparan persawahan dan lahan pertanian warga, merendam sawah seluas dua hektare dan merusak tanaman yang baru saja mulai tumbuh.

Aliran air yang deras juga merusak sistem irigasi yang selama ini menjadi penopang kehidupan petani, sehingga lahan pertanian berpotensi gagal panen jika kerusakan tak segera diperbaiki.

Kawasan lainnya di Kecamatan Caringin juga merasakan efek buruk dari hujan dan longsor. Di Kampung Peundeuy dan Kampung Jaura, tanah bergerak menutup saluran irigasi Cibalung, sehingga sejumlah lahan sawah dan kolam warga tidak lagi mendapatkan pasokan air yang semestinya. Di beberapa kampung tersebut, tanah retak dan pergeseran tanah terjadi dalam skala yang cukup besar, membuat warga resah akan potensi longsor susulan yang bisa kapan saja menghantam pemukiman mereka.

Kecamatan Cibadak dan Ciemas juga terdampak secara signifikan. Beberapa rumah di Kampung Cibatu Hilir dan Kampung Warnajati di Cibadak mengalami kerusakan setelah longsor menerjang, sementara di Ciemas, longsor di Kampung Mekarasih memutus ruas jalan menuju Pamuyangan, membuat akses keluar masuk desa tertutup total. Sejumlah rumah di wilayah itu juga terkena dampak langsung dari material longsor, memaksa warga harus mengungsi dan mencari perlindungan sementara.

Di Kecamatan Cikembar, tanah bergerak dan longsor menyebabkan kerusakan struktural pada beberapa rumah warga di Kampung Cicatih serta Kampung Sukamaju. Dua rumah bahkan dinyatakan tak layak huni dan penghuninya harus direlokasi ke tempat yang lebih aman. Selain itu, jalur irigasi penting turut tertutup oleh material longsor, memperparah keadaan pertanian di wilayah tersebut.

Sementara itu di Kecamatan Jampang Tengah dan Bantargadung, longsor menimpa beberapa kampung termasuk Pasirmalang, Cibogo, dan Rawatan. Jalan-jalan desa terputus dan tanah retak menjadi ancaman nyata bagi warga yang tinggal di lereng dan zona rawan longsor. Di beberapa titik, retakan tanah bahkan terlihat membelah permukaan jalan, menunjukkan betapa besar tekanan yang ditimbulkan oleh limpahan air dari atas.

Baca Juga:
PB Mathla’ul Anwar Apresiasi Menteri ATR/BPN Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf di Banten

Di wilayah Simpenan, banjir dan longsor merendam puluhan rumah warga. Satu rumah dilaporkan hanyut terbawa arus, dan penghuninya berhasil diselamatkan setelah dievakuasi ke tempat aman. Puluhan rumah lainnya terkena dampak genangan banjir yang berbaur dengan lumpur, sehingga warga harus memperkuat tanggul rumah mereka sendiri dengan bahan seadanya untuk mengurangi infiltrasi air ke dalam rumah.

Kecamatan Gegerbitung pun tidak luput dari amukan alam, di mana tembok penahan tanah di sekitar jembatan kabupaten tergerus oleh aliran sungai yang meluap. Kondisi ini menambah daftar panjang kerusakan infrastruktur yang kini harus segera ditangani oleh pihak berwenang agar akses vital warga kembali pulih.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan bahwa sejak malam kejadian pada Senin (15/12) malam, pihaknya telah mulai melaporkan seluruh perkembangan situasi ini kepada Bupati Sukabumi Asep Japar serta instansi terkait lainnya. Ia menegaskan bahwa upaya penanggulangan darurat terus dilakukan oleh petugas gabungan dari BPBD bersama aparat keamanan, pemerintah desa, serta relawan. Mereka fokus pada pembersihan material longsor, pembukaan kembali akses jalan yang tertutup, dan penyaluran bantuan darurat kepada warga terdampak.

Ketua Pusdalops BPBD Sukabumi juga menambahkan bahwa selain usaha membuka akses jalan yang terputus, pihaknya tengah menginventarisasi kerusakan rumah warga dan lahan pertanian untuk kemudian segera dilakukan pendataan kebutuhan bantuan lebih lanjut. Alat berat telah dan terus diterjunkan untuk membantu proses pembersihan material longsor di titik-titik strategis. Namun, kondisi cuaca yang masih tidak stabil menjadi tantangan tersendiri bagi tim penanggulangan.

Warga setempat yang rumahnya terdampak bencana mengungkapkan rasa cemas sekaligus lega. Cemas karena potensi hujan susulan masih tinggi dan mereka khawatir longsor susulan bisa terjadi kapan saja, terutama di area yang tanahnya sudah mengalami pergeseran; namun juga lega karena bantuan dari pemerintah dan relawan telah mulai datang. Mereka mengaku sangat membutuhkan logistik seperti makanan, air bersih, selimut, serta kebutuhan dasar lainnya selama masa tanggap darurat ini berlangsung.

Situasi ini juga menambah kewaspadaan akan ancaman bencana hidrometeorologi lebih luas di wilayah Jawa Barat, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan masih cukup tinggi di beberapa wilayah dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor susulan, terutama di kawasan lereng perbukitan, aliran sungai kecil, dan daerah rawan lainnya di Kabupaten Sukabumi.

Dengan bencana yang melanda sembilan kecamatan tersebut, dampak jangka panjang terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga juga mulai terlihat. Lahan pertanian yang rusak berdampak pada mata pencaharian petani yang menggantungkan hidup dari hasil sawah dan kolam mereka. Sementara putusnya akses jalan menghambat mobilisasi barang dan jasa, yang secara tidak langsung turut memperlambat pemulihan pasca bencana.

Upaya mitigasi jangka panjang juga mulai disiapkan oleh pemerintah daerah, termasuk rencana perbaikan sistem drainase, pembangunan tembok penahan tanah di titik-titik rawan longsor, serta edukasi dan kesiapan komunitas warga dalam menghadapi bencana berikutnya. Hal ini diharapkan dapat sedikit banyak mengurangi risiko bencana serupa di masa depan, terutama di kawasan yang sering mengalami peristiwa serupa ketika musim hujan tiba.

Baca Juga:
Polres Serang Berhasil Bekuk Sembilan Pelaku Kejahatan: Aksi Cepat Tanggap Jamin Keamanan Wilayah

Pada akhirnya, peristiwa ini bukan hanya tentang kerusakan fisik yang ditimbulkan oleh alam, tetapi juga tentang bagaimana komunitas, pemerintah, relawan, dan masyarakat luas bersatu menghadapi situasi krisis. Solidaritas dan kerja sama akan menjadi kunci utama dalam membantu warga Kabupaten Sukabumi bangkit kembali dari musibah yang baru saja melanda.

Tags: #banjir#longsor
Previous Post

Setelah Menggunung Berhari-hari, Sampah Pasar Cimanggis Mulai Diangkut

Next Post

Ide Kreatif BGN Dorong Anak Sekolah Gemar Makan Bergizi

Related Posts

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil
Daerah

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

by Yustinus Agus
14/03/2026
0

SERANG – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan ditunjukkan melalui kolaborasi antara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) 234 Solidarity Community (SC)...

Read more
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id