• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, Maret 20, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Kegiatan Pejabat Tangsel di Bandung Tuai Polemik, Publik Pertanyakan Efisiensi Anggaran

Yustinus Agus by Yustinus Agus
12/12/2025
0
Kegiatan Pejabat Tangsel di Bandung Tuai Polemik, Publik Pertanyakan Efisiensi Anggaran
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

TANGERANG SELATAN – Dalam beberapa hari terakhir, publik di Tangerang Selatan (Tangsel) dan sekitarnya dibuat gempar oleh beredarnya foto, video, dan komentar di media sosial yang memperlihatkan puluhan bahkan ratusan pejabat Pemerintah Kota Tangerang Selatan melakukan perjalanan dinas ke Bandung, Jawa Barat. Jumlah pejabat yang ikut dalam kegiatan tersebut bukan sedikit: mulai dari kepala dinas, sekretaris dinas, kepala bidang, hingga camat dan lurah terlihat ikut serta dalam agenda yang berlangsung pada awal hingga pertengahan Desember 2025 itu. Kegiatan ini segera memicu perdebatan sengit di ruang publik setelah muncul klaim bahwa anggaran yang dikeluarkan mencapai angka miliaran rupiah yang dinilai tidak proporsional dengan tujuan acara.

Kegiatan yang disebut-sebut sebagai “Leadership Training” dan berlabel sebagai pembentukan karakter serta peningkatan kapasitas kepemimpinan tersebut dilaksanakan di beberapa lokasi di wilayah Kabupaten dan Kota Bandung. Dalam unggahan media sosial yang viral, terlihat rombongan pejabat Tangsel berkumpul di area hotel serta fasilitas pelatihan, mengikuti sesi-sesi bersama narasumber dan fasilitator yang didatangkan dari luar daerah. Video yang dibagikan memperlihatkan suasana santai, sesi diskusi kelompok, dan sejumlah kegiatan outdoor dengan latar pegunungan dan suasana khas kota Bandung.

Namun, yang kemudian menjadi bahan perdebatan utama adalah besarnya anggaran yang digunakan untuk acara tersebut. Berdasarkan sejumlah unggahan dan laporan tidak resmi yang beredar di jagat maya, total biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,5 miliar atau bahkan lebih. Angka ini mencakup biaya akomodasi, konsumsi, transportasi, serta honorarium bagi narasumber dan moderator acara. Kendati begitu, hingga saat ini belum ada angka resmi yang dirilis secara transparan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengenai rincian anggaran tersebut.

BacaJuga

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Publik kemudian bereaksi keras terhadap berita ini. Di berbagai platform media sosial, banyak netizen yang mempertanyakan urgensi kegiatan tersebut, terutama karena acara itu digelar di luar wilayah provinsi Banten sementara fasilitas memadai juga tersedia di Tangerang Selatan sendiri. Kritik tajam muncul dengan nada bahwa kegiatan seperti ini lebih mirip ‘plesiran dinas’ ketimbang pelatihan profesional, padahal dana yang digunakan adalah dana publik — berasal dari uang pajak yang dibayarkan warga Tangsel. Unggahan yang mempertanyakan efisiensi penggunaan anggaran dan kesesuaian dengan kebutuhan daerah menjadi viral dalam waktu singkat.

Reaksi publik semakin memanas ketika seorang pengamat kebijakan publik dari sebuah universitas ternama di Banten mengomentari kegiatan tersebut. Ia menyatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan di Bandung menunjukkan kurangnya sense of crisis atau kesadaran situasional yang memadai dari pejabat Tangsel. Menurutnya, pada saat bangsa ini tengah menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial, termasuk dampak bencana yang melanda wilayah lain di Indonesia, pejabat publik seharusnya lebih menunjukkan empati dan lebih fokus pada efisiensi anggaran serta pelayanan kepada masyarakat. Kritik ini tak pelak menyentil perasaan banyak warga yang merasa bahwa kegiatan “diklat” seperti itu seharusnya dapat dilakukan di daerah sendiri untuk menghemat anggaran dan tetap efektif.

Di balik kritik pedas, Pemerintah Kota Tangerang Selatan pun tidak tinggal diam. Pihak pemerintah daerah membela kegiatan ini dan menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bukanlah aksi plesiran, tetapi merupakan bagian dari program resmi yang telah direncanakan sejak awal tahun. Menurut keterangan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangsel, kegiatan ini sudah termasuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025 sebagai agenda pengembangan kompetensi ASN (Aparatur Sipil Negara) yang ditujukan untuk pejabat eselon II dan III. Mereka menegaskan bahwa pelatihan tersebut memiliki substansi yang jelas berupa materi kepemimpinan, pembentukan karakter, serta penguatan kerja sama tim antar pejabat.

Baca Juga:
Akses JKN Terjamin Selama Libur Lebaran 2025 di Kota Serang

BKPSDM juga memberikan alasan pemilihan Bandung sebagai lokasi kegiatan. Menurut pihak penyelenggara, Bandung memiliki fasilitas pelatihan yang memadai, lingkungan yang kondusif untuk belajar tanpa gangguan rutinitas pekerjaan sehari-hari, serta narasumber berkualitas yang relevan dengan topik pengembangan kepemimpinan. Keputusan ini, menurut mereka, diambil agar para peserta dapat berkonsentrasi penuh dan memperoleh pengalaman yang optimal dalam sesi pembelajaran. Penyelenggara menegaskan bahwa lokasi luar daerah bukanlah untuk memanjakan peserta, melainkan untuk memastikan efektivitas proses pelatihan.

Meski demikian, penjelasan pemerintah daerah belum sepenuhnya meredakan kritik dari publik. Sejumlah warga dan tokoh masyarakat tetap mempertanyakan apakah kegiatan tersebut benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan publik di Tangsel. Mereka meminta agar pemerintah daerah menunjukkan laporan lengkap mengenai tujuan, hasil, hingga manfaat praktis pelatihan yang diklaim telah diikuti oleh ratusan pejabat tersebut. Selain itu, mereka juga mengharapkan transparansi anggaran secara terbuka, sehingga masyarakat bisa melihat rincian pengeluaran dan memastikan tidak ada penyalahgunaan dana daerah.

Kritik lain yang muncul menyoroti kesesuaian waktu pelaksanaan acara tersebut. Beberapa warga mengatakan bahwa momentum di mana kegiatan itu digelar kurang sensitif dengan kondisi nasional yang sedang berduka akibat bencana di beberapa wilayah Indonesia. Mereka menganggap bahwa pelatihan besar-besaran yang melibatkan pejabat daerah pada saat yang sama ketika para korban bencana tengah berjuang hidup adalah hal yang kurang empatik. Hal ini semakin diperparah oleh wacana efisiensi anggaran yang tengah digaungkan oleh pemerintah pusat dan sejumlah kepala daerah lainnya sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keuangan negara dan daerah di tengah tantangan ekonomi.

Di tengah gelombang respons tersebut, sejumlah tokoh masyarakat juga mengajak pemerintah dan warga untuk bersikap lebih dewasa. Mereka menekankan bahwa kritik haruslah disampaikan secara konstruktif dan disertai data serta saran solusi. Menurut mereka, kegiatan pelatihan seperti ini sebenarnya bisa memberikan nilai tambah jika dilaksanakan dengan perencanaan matang dan penyampaian yang tepat kepada publik tentang tujuan dan manfaatnya. Mereka menyarankan agar pemerintah daerah juga mengundang partisipasi warga dalam evaluasi kebijakan publik ke depan sehingga ada keterbukaan dan akuntabilitas yang lebih kuat.

Perdebatan yang terjadi kini berkembang luas, melibatkan berbagai kalangan. Ada yang mempertanyakan prioritas belanja pemerintah, ada pula yang mengkritisi cara komunikasi publik dari Pemkot Tangsel. Semuanya mengarah pada satu persoalan mendasar: bagaimana sebuah pemerintahan daerah dapat menyeimbangkan antara kebutuhan pengembangan kapasitas pejabat dengan harapan publik terhadap penggunaan anggaran yang cermat, efisien, serta sensitif terhadap kondisi sosial dan ekonomi yang lebih luas.

Baca Juga:
Banten Promosikan Pesona Budaya: Gubernur Andra Soni Dampingi Pelepasan Presiden Peru

Dalam konteks tersebut, banyak warga berharap agar kejadian ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk meninjau ulang kebijakan internal dan meningkatkan keterbukaan informasi publik. Mereka juga berharap ke depan kegiatan yang melibatkan dana besar dari APBD dapat dilaksanakan dengan pertimbangan efisiensi yang lebih tajam, serta disertai laporan yang jelas tentang hasil yang dicapai demi kesejahteraan warga Tangsel sendiri.

Tags: #kecaman#pejabat#Tangsel#tuai
Previous Post

Kabupaten Bogor Masuk Daftar Sentra Sawit Terbesar Kedua di Jawa Barat

Next Post

Lebak Borong 5 Penghargaan di Ajang Apresiasi Banggakencana BKKBN Banten

Related Posts

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil
Daerah

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

by Yustinus Agus
14/03/2026
0

SERANG – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan ditunjukkan melalui kolaborasi antara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) 234 Solidarity Community (SC)...

Read more
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id