• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, Maret 21, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Indonesia Resmi Terima Sertifikat UNESCO untuk Kebaya, Kolintang, dan Reog Ponorogo

Yustinus Agus by Yustinus Agus
05/12/2025
0
Indonesia Resmi Terima Sertifikat UNESCO untuk Kebaya, Kolintang, dan Reog Ponorogo
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Pada Selasa malam, 2 Desember 2025, ruang megah di Museum Nasional Indonesia (MNI) menjadi saksi sebuah momen bersejarah bagi kebudayaan Nusantara. Di sana, Kementerian Kebudayaan bersama Kementerian Luar Negeri secara resmi menerima sertifikat dari UNESCO yang menandakan tiga warisan budaya Indonesia kini diakui secara internasional sebagai bagian dari Daftar Warisan Budaya Takbenda Dunia. Tiga warisan budaya yang mendapatkan pengakuan itu adalah Kebaya, Kolintang, dan Reog Ponorogo, sebuah pengakuan penting yang menjadi tonggak besar dalam upaya pelestarian budaya tanah air.

Malam itu, sertifikat asli dari UNESCO secara simbolis diserahkan kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), sementara salinannya diberikan kepada pemerintah daerah serta komunitas penggiat budaya, sebagai amanah agar tradisi ini dapat terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang. Momen tersebut tidak hanya menandai keberhasilan diplomasi budaya, tetapi juga wujud penghormatan terhadap para pelaku tradisi yang selama ini menjaga warisan leluhur dengan konsistensi dan cinta yang mendalam.

Pengakuan UNESCO atas Kebaya

BacaJuga

Arwana RI Jadi Primadona di Pasar China, Transaksi Capai Jutaan Dolar

Gunungan Sampah Tutupi Pasar Cimanggis, Pedagang dan Warga Resah

Pengakuan terhadap Kebaya bukanlah sebuah kebetulan, sebab kebaya telah lama menjadi bagian dari identitas perempuan di Nusantara. Pakaian ini melambangkan keanggunan, sejarah yang panjang, nilai estetika, serta jati diri budaya. Menurut Kementerian Kebudayaan, dengan diakuinya Kebaya sebagai warisan budaya takbenda, maka komunitas perajin, penjahit, desainer, pelaku UMKM, hingga pengguna hariannya, kini memegang peran yang semakin penting dalam menjaga keberlanjutan budaya tersebut. Seluruh rantai nilai di balik kebaya, mulai dari proses produksi, kreativitas desain, hingga distribusi dan pemanfaatan dalam masyarakat, memerlukan penguatan yang serius agar kebaya tetap relevan dan hidup dalam kehidupan budaya modern.

Pengajuan Kebaya sebagai warisan budaya dilakukan melalui mekanisme nominasi bersama beberapa negara ASEAN, seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Hal ini menunjukkan bahwa Kebaya tidak hanya menjadi simbol budaya Indonesia, tetapi juga bagian dari identitas kolektif Asia Tenggara. Pengakuan ini memperlihatkan bahwa budaya di kawasan tidak terkotak dalam batas negara, melainkan memiliki sejarah dan pertukaran nilai yang saling terkait.

Kolintang dan Reog Ponorogo, dari akar lokal menuju panggung dunia

Selain Kebaya, alat musik Kolintang asal Sulawesi Utara juga mendapat sertifikasi UNESCO. Proses nominasi Kolintang merupakan hasil kerja sama panjang dengan berbagai komunitas musik, termasuk kolaborasi internasional. Dengan pengakuan ini, komunitas pelaku Kolintang berharap ekosistem musik tradisional dapat diperkuat melalui penyediaan ruang latihan, dukungan terhadap regenerasi pemain muda, serta pembukaan ruang inovasi kreatif yang lebih luas dalam dunia musik dan industri budaya.

Baca Juga:
Langkah Hijau Kuningan, Pelepasan Ikan Dewa Jadi Simbol Pelestarian Lingkungan

Reog Ponorogo pun menjadi pusat perhatian internasional setelah dinyatakan masuk dalam kategori “Urgent Safeguarding List”. Status ini menunjukkan bahwa seni Reog tengah berhadapan dengan ancaman serius, sehingga memerlukan perlindungan dan pelestarian lebih intensif. Para pelaku seni Reog menyambut pengakuan ini sebagai bentuk legitimasi atas perjuangan panjang mempertahankan tradisi yang sarat nilai filosofis, simbolik, dan estetika. Mereka memandang sertifikat ini bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah besar untuk membangun regenerasi pelaku seni, menjaga kualitas pertunjukan, serta memastikan bahwa identitas budaya ini tetap terawat di tengah perkembangan zaman yang cepat.

Komitmen negara dan komunitas, awal perjalanan panjang

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan menegaskan bahwa penyerahan sertifikat ini adalah awal dari tanggung jawab yang besar. Pemerintah harus berperan aktif dalam memastikan keberlangsungan budaya melalui dukungan konkret, seperti pendanaan, penyediaan sarana pelestarian, penguatan kapasitas pelaku budaya, hingga integrasi warisan budaya dalam pendidikan generasi muda.

Komunitas lokal, akademisi, seniman, dan pelaku industri kreatif turut memiliki peran penting dalam menjaga warisan ini tetap hidup. Pelestarian tidak cukup dilakukan dengan mengingat sejarah, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk praktik budaya yang berkesinambungan, mulai dari penggunaan kebaya dalam acara sehari-hari, pertunjukan Reog di ruang publik, hingga revitalisasi musik Kolintang agar dapat diterima oleh masyarakat luas serta generasi muda yang semakin dekat dengan perkembangan teknologi dan budaya populer.

Refleksi atas masa lalu, harapan untuk masa depan

Pengakuan internasional terhadap Kebaya, Kolintang, dan Reog Ponorogo menjadi pengingat bahwa warisan budaya Nusantara memiliki nilai universal. Kebaya bukan sekadar pakaian tradisional, melainkan sebuah narasi panjang tentang kehidupan perempuan Indonesia, kreativitas perajin, dan sejarah peradaban di kawasan Asia Tenggara. Kolintang, dengan melodinya yang khas, kini memiliki panggung lebih luas untuk menjadi ruang ekspresi musik yang mampu menjembatani budaya lokal dan global. Sedangkan Reog Ponorogo, melalui statusnya yang memerlukan perlindungan mendesak, menjadi sinyal penting bahwa tradisi tidak boleh dibiarkan meredup, sebab nilai-nilai yang terkandung di dalamnya adalah identitas yang tidak tergantikan.

Baca Juga:
Hari Pertama Menjabat, Presiden Prabowo Dijadwalkan Lantik Menteri

Dengan sertifikat UNESCO kini berada di tangan pemerintah, komunitas, dan arsip nasional, tugas besar menanti. Warisan budaya takbenda harus dirawat sebagai tradisi hidup, bukan sebagai simbol yang beku. Perlu keberanian untuk berinovasi, ketekunan untuk terus menjaga, dan kebersamaan untuk memastikan bahwa warisan ini tetap menjadi napas dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Saatnya menjadikan momen ini sebagai awal kebangkitan kesadaran budaya serta kebanggaan kolektif atas kekayaan yang dimiliki bangsa.

Tags: #indonesia#kebaya#kolintanf#reogponorogo#UNESCO
Previous Post

Ketika Sawit Menguasai Lahan: Alam Membayar Harga Termahal

Next Post

Banjir Bandang Bawa Ribuan Batang Kayu ke Pantai Air Tawar dan Danau Singkarak

Related Posts

Arwana RI Jadi Primadona di Pasar China, Transaksi Capai Jutaan Dolar
International

Arwana RI Jadi Primadona di Pasar China, Transaksi Capai Jutaan Dolar

by Yustinus Agus
26/12/2025
0

JAKARTA - Tidak seperti komoditas ekspor khas Indonesia seperti minyak sawit, batu bara, atau kopi, ada satu ekspor yang belakangan...

Read more
Gunungan Sampah Tutupi Pasar Cimanggis, Pedagang dan Warga Resah

Gunungan Sampah Tutupi Pasar Cimanggis, Pedagang dan Warga Resah

16/12/2025
Dunia Mengakui Keindahan Pulau Komodo, Masuk Daftar 20 Destinasi Terbaik 2026

Dunia Mengakui Keindahan Pulau Komodo, Masuk Daftar 20 Destinasi Terbaik 2026

13/12/2025
Hanoi Darurat Polusi: Kabut Beracun Kian Pekat, Warga Terancam

Hanoi Darurat Polusi: Kabut Beracun Kian Pekat, Warga Terancam

12/12/2025
Andra Soni Dorong Infrastruktur dan SDM untuk Pertumbuhan Ekonomi Merata di Banten

Andra Soni Dorong Infrastruktur dan SDM untuk Pertumbuhan Ekonomi Merata di Banten

11/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id