• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, Maret 21, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Dari Jualan Keliling ke Sindikat Sabu 2 Ton: Kehidupan Gelap Paryatin Terkuak

Yustinus Agus by Yustinus Agus
04/12/2025
0
Dari Jualan Keliling ke Sindikat Sabu 2 Ton: Kehidupan Gelap Paryatin Terkuak
0
SHARES
1
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Perempuan bernama asli Paryatin, yang selama ini dikenal publik sebagai Dewi Astutik, ternyata menjalani kehidupan yang jauh dari gambaran sebagai pemimpin sindikat sebelum akhirnya namanya muncul sebagai buronan lintas negara. Menurut penuturan Kepala Dusun di kampung halamannya, Paryatin dulunya hanya seorang pedagang keliling yang hidup sederhana. Kini, setelah aparat mengungkap kasus berskala besar, kisah hidupnya berubah drastis di mata warga desanya.

Warga Dusun Tenun, Desa Broto, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, mengenal Paryatin sebagai sosok yang sangat biasa. Tidak ada yang menunjukkan bahwa ia akan terlibat dalam kejahatan internasional. Kepala Dusun setempat, Didik Harirawan, mengingat bahwa selama bertahun-tahun warga hanya mengenalnya sebagai “Paryatin” dan bukan sebagai nama yang kini ramai diberitakan. Ia masih ingat perubahan fisik dan aktivitas Paryatin.

Ia mengatakan bahwa ketika masih tinggal di kampung wajahnya sama, hanya saja sekarang tubuhnya terlihat lebih berisi. Didik terakhir bertemu Paryatin pada tahun 2023 ketika ia pulang untuk mengurus sertifikat tanah.

BacaJuga

Arwana RI Jadi Primadona di Pasar China, Transaksi Capai Jutaan Dolar

Gunungan Sampah Tutupi Pasar Cimanggis, Pedagang dan Warga Resah

Dalam kesehariannya sebelum meninggalkan kampung, Didik menjelaskan bahwa Paryatin pernah berjualan keliling di berbagai acara tontonan rakyat. Aktivitas itu bukan usaha besar, melainkan hanya cara sederhana untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sebelum menikah, ia juga sudah pernah menjadi pekerja migran di luar negeri. Setelah menikah, ia kembali merantau sekitar dua tahun kemudian.

Pada tahun 2023, ketika ia pulang ke desa untuk mengurus dokumen, ia bersama suaminya sempat membuka usaha kecil berupa penjualan nasi bungkus dan minuman di rumah. Namun usaha itu hanya berjalan sekitar tujuh bulan. Setelah itu, suaminya yang melanjutkannya, sedangkan Paryatin bekerja lagi ke luar negeri sebagai tenaga kerja wanita.

Didik menambahkan bahwa kondisi ekonomi keluarga Paryatin tampak biasa saja. Mereka tidak hidup berlebih, tetapi juga tidak terlihat kekurangan. Ia memang pernah membeli tanah milik saudaranya ketika bekerja di luar negeri, namun itu tidak pernah membuat keluarganya menjadi pusat perhatian di desa. Meski demikian, orang tua dan keluarga dekat mengakui bahwa Paryatin cukup dermawan. Jika ada anggota keluarga yang meminta dibelikan baju atau perhiasan, ia biasanya menuruti permintaan itu. Menurut Didik, sikap itu membuat keluarganya merasa bahwa Paryatin hanya bekerja keras sebagai TKW.

Segala persepsi itu berubah ketika nama “Dewi Astutik” mencuat dan menghebohkan kampung kecil tersebut. Ternyata, Paryatin menggunakan nama lain ketika beraktivitas di luar negeri. Banyak dokumen atas nama “Dewi Astutik” mencantumkan alamat di kampung mereka, tetapi warga mengaku tidak pernah mengenal seseorang dengan nama tersebut.

Kondisi serupa juga terjadi di kampung lain yang pernah ditinggali Paryatin, yaitu Dusun Sumber Agung di Kecamatan Balong. Kepala Dusun di sana, Gunawan, mengatakan bahwa tidak ada warga dengan nama Dewi Astutik. Meski alamatnya cocok, nama itu dianggap tidak pernah dikenal warga. Banyak yang menduga bahwa identitas yang dipakai Paryatin sebenarnya adalah nama palsu.

Baca Juga:
Dialog 7 Kementerian dan Warga Desa Talaga: Mencari Solusi Bersama

Beberapa tetangga juga menyampaikan bahwa Paryatin kerap mengubah gaya rambut dan penampilannya. Rambutnya pernah terlihat pendek, kemudian berubah lagi pada waktu lain. Kebiasaan tersebut kini dianggap sebagai upaya untuk menyamarkan identitasnya agar tidak mudah dikenali.

Jejak hidup Paryatin sebagai pekerja migran cukup panjang. Ia pernah bekerja di Taiwan, Hong Kong, dan terakhir sering disebut berada di Kamboja. Dari negara terakhir inilah kabar keterlibatannya dalam jaringan penyelundupan narkoba internasional mulai terdengar. Pada titik itu, perjalanan hidup Paryatin berubah dari seorang TKW menjadi figur yang disebut-sebut terlibat dalam sindikat narkoba berskala besar.

Sebagai buronan internasional, Dewi atau Paryatin diduga menjadi salah satu otak penyelundupan sabu seberat dua ton dengan nilai mencapai lima triliun rupiah. Kasus ini menjadi perhatian nasional dan membuat nama serta foto dirinya tersebar luas. Hal tersebut membuat warga kampung yang mengenalnya terkejut, bahkan sebagian tidak percaya bahwa sosok sederhana yang mereka kenal bisa terlibat dalam kasus sebesar itu.

Penangkapan terhadap Dewi akhirnya dilakukan oleh aparat Badan Narkotika Nasional yang bekerja sama dengan Interpol serta Badan Intelijen dan Keamanan Strategis. Ia ditangkap di Kamboja pada 1 Desember 2025 setelah Red Notice dikeluarkan. Penangkapan ini mengakhiri masa pelariannya yang berlangsung cukup lama dan melibatkan beberapa negara.

Keluarga Paryatin di Ponorogo juga tidak kalah terkejut. Suaminya, Sarno, mengaku selama ini ia percaya bahwa istrinya bekerja sebagai asisten rumah tangga di luar negeri. Ia tidak pernah menduga istrinya terlibat dalam jaringan narkoba internasional. Ketika melihat foto istrinya di media, ia mengaku sangat terkejut dan tidak tahu harus berkata apa. Keluarga kini hanya bisa pasrah dan menerima kenyataan pahit ini.

Pengungkapan kasus ini menjadi pukulan besar bagi warga Ponorogo, terutama mereka yang mengenal Paryatin sejak kecil. Sosok yang dahulu dianggap perempuan biasa yang hidup sederhana ternyata menyimpan kehidupan lain yang tidak diketahui siapa pun. Banyak warga mengatakan bahwa mereka merasa tidak percaya, namun akhirnya hanya bisa menerima bahwa kasus ini telah membuka identitas yang selama ini disembunyikan.

Kasus Paryatin juga membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai risiko yang dihadapi para pekerja migran, termasuk kemungkinan dimanfaatkan oleh sindikat kriminal internasional. Fenomena penggunaan identitas palsu dan perpindahan negara dianggap sebagai celah yang bisa dimanfaatkan jaringan kejahatan. Hal ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya pengawasan, edukasi, dan perlindungan bagi mereka yang bekerja di luar negeri.

Baca Juga:
HKGB ke-73: Bhayangkari Polresta Tangerang Tebar Kebaikan Bersama Kapolresta di Balaraja

Kini setelah penangkapan itu terjadi, masyarakat berharap proses hukum dapat berjalan secara adil. Kisah Paryatin menjadi contoh bahwa kehidupan seseorang bisa berubah secara ekstrem. Dari seorang pedagang keliling menjadi buronan internasional, perjalanan hidupnya menjadi pelajaran pahit bagi banyak orang tentang betapa rumitnya realitas di balik identitas seseorang.

Tags: #dewiastutik#interpol#narkoba#paryatin
Previous Post

Bosan Janji Tanpa Bukti, Warga Huntara Turun Gunung Tagih Rumah Tetap ke Pemkab Lebak

Next Post

Lebih Tua dari Piramida Mesir? Ini Fakta Mengejutkan Usia Gunung Padang

Related Posts

Arwana RI Jadi Primadona di Pasar China, Transaksi Capai Jutaan Dolar
International

Arwana RI Jadi Primadona di Pasar China, Transaksi Capai Jutaan Dolar

by Yustinus Agus
26/12/2025
0

JAKARTA - Tidak seperti komoditas ekspor khas Indonesia seperti minyak sawit, batu bara, atau kopi, ada satu ekspor yang belakangan...

Read more
Gunungan Sampah Tutupi Pasar Cimanggis, Pedagang dan Warga Resah

Gunungan Sampah Tutupi Pasar Cimanggis, Pedagang dan Warga Resah

16/12/2025
Dunia Mengakui Keindahan Pulau Komodo, Masuk Daftar 20 Destinasi Terbaik 2026

Dunia Mengakui Keindahan Pulau Komodo, Masuk Daftar 20 Destinasi Terbaik 2026

13/12/2025
Hanoi Darurat Polusi: Kabut Beracun Kian Pekat, Warga Terancam

Hanoi Darurat Polusi: Kabut Beracun Kian Pekat, Warga Terancam

12/12/2025
Andra Soni Dorong Infrastruktur dan SDM untuk Pertumbuhan Ekonomi Merata di Banten

Andra Soni Dorong Infrastruktur dan SDM untuk Pertumbuhan Ekonomi Merata di Banten

11/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id