• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Minggu, Maret 22, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Profil Tambang Emas Martabe dan Polemik Tuduhan Perparah Banjir di Sumatra Utara

Yustinus Agus by Yustinus Agus
01/12/2025
0
Profil Tambang Emas Martabe dan Polemik Tuduhan Perparah Banjir di Sumatra Utara
0
SHARES
13
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Tambang emas PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, kini tengah menjadi sorotan setelah muncul tudingan bahwa aktivitas penambangannya memperparah banjir dan longsor yang melanda provinsi tersebut. Lokasi tambang disebut berada di kawasan sensitif Ekosistem Batang Toru, salah satu bentang hutan tropis terakhir di wilayah itu yang berfungsi sebagai penyerap air alami dan pelindung lingkungan. Para aktivis lingkungan menilai keberadaan tambang di ekosistem ini turut merusak tutupan hutan. Ketika hujan lebat turun, kawasan itu tidak lagi mampu menahan aliran air sehingga risiko banjir bandang dan longsor meningkat.

Menurut data resmi PTAR, 95 persen saham perusahaan dimiliki oleh PT Danusa Tambang Nusantara yang merupakan anak usaha PT Pamapersada Nusantara (Pama) dan PT United Tractors Tbk (UNTR). Aktivitas penambangan di konsesi Martabe sudah berlangsung sejak 2008, dan produksi mulai berjalan pada 2012. Konsesi tambang awalnya ditetapkan seluas 6.560 kilometer persegi pada 1997, tetapi setelah beberapa proses pelepasan, luasnya kini menjadi sekitar 130.252 hektare. Area tersebut mencakup beberapa kabupaten di Sumatera Utara, meskipun operasional utama berpusat di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Operasional tambang mencakup pit terbuka seperti Pit Rambing Joring, Pit Barani, dan Pit Purnama. Fasilitas pengolahan bijih emas menggunakan metode carbon in leach (CIL). Selain itu, perusahaan juga memiliki berbagai infrastruktur pendukung seperti jalan angkut, tangki penyimpanan air baku, fasilitas penampungan tailing, bendungan pengendali sedimen, instalasi pengolahan air, serta gudang dan depot bahan bakar. Pada 2024, PTAR mencatat penambangan sebesar 6,9 juta ton bijih, meningkat dari 5,7 juta ton pada 2023, sedangkan penggilingan bijih mencapai 6,7 juta ton.

BacaJuga

Kabupaten Serang Jadi Role Model Nasional ETPD, Kepala Bapenda Diundang Kemendagri

Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

Baca Juga:
Gubernur Banten Optimis Koperasi Merah Putih Pacu Ekonomi Desa

Di sisi lain, data dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara menunjukkan bahwa setidaknya 300 hektare hutan dan lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru hilang antara 2015 hingga 2024 akibat aktivitas pertambangan. Berdasarkan citra satelit 2025, Walhi mencatat adanya pembukaan hutan secara besar-besaran di kawasan harangan Tapanuli yang berdekatan dengan area tambang. Walhi menilai kerusakan ekosistem ini memberikan kontribusi besar terhadap terjadinya banjir bandang dan longsor yang melanda Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.

Meski demikian, PTAR membantah adanya keterkaitan antara operasi tambang dengan bencana banjir bandang maupun longsor. Perusahaan menyatakan bahwa lokasi banjir berada di wilayah DAS yang berbeda, yaitu DAS Garoga, sedangkan area tambang berada di DAS Aek Pahu. Pihak perusahaan mengklaim telah melakukan mitigasi dampak lingkungan serta mematuhi seluruh regulasi. Juru bicara PTAR juga menyebut bahwa pemantauan mereka tidak menemukan adanya material kayu atau limbah tambang di lokasi bencana dan menilai penyebab utama banjir adalah cuaca ekstrem yang dipicu oleh siklon tropis.

Kritik masyarakat dan aktivis lingkungan semakin menguat, terutama karena bagi banyak warga sekitar tambang, keuntungan besar yang dihasilkan perusahaan tidak serta merta membawa peningkatan kesejahteraan. Data terbaru menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di kabupaten yang terdampak tetap tinggi. Kontribusi pertambangan terhadap pendapatan daerah pun dianggap masih kecil, sementara dampak ekologis dan risiko bencana dirasakan lebih besar.

Baca Juga:
Viral Video Perselingkuhan, Dua ASN Disdik Bogor Resmi Dipecat

Situasi ini memperlihatkan dilema yang cukup kompleks. Di satu sisi, tambang emas Martabe memberikan nilai ekonomi yang signifikan. Namun di sisi lain, keberadaannya di kawasan yang sensitif secara ekologis dan rawan bencana menimbulkan pertanyaan serius mengenai keberlanjutan, tanggung jawab lingkungan, serta keselamatan masyarakat. Hingga kini, perdebatan antara keuntungan ekonomi dan kelestarian lingkungan masih terus berlangsung.

Tags: #tambangemas
Previous Post

Polres Serang Tuntaskan 1.009 Kasus Kriminal dalam Empat Tahun, Capai Clearence Rate 100 Persen

Next Post

Perjalanan Panjang Kabupaten Lebak: Sejarah, Budaya, dan Potensi Besar di Usia ke-197

Related Posts

Kabupaten Serang Jadi Role Model Nasional ETPD, Kepala Bapenda Diundang Kemendagri
Nasional

Kabupaten Serang Jadi Role Model Nasional ETPD, Kepala Bapenda Diundang Kemendagri

by Yustinus Agus
25/02/2026
0

SERANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Kabupaten Serang di tingkat nasional. Atas keberhasilannya meraih indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD)...

Read more
Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

16/02/2026
Hari Pers Nasional

Hari Pers Nasional

29/01/2026
Industri Baja Nasional Siap Produksi 100 Jembatan Bailey per Bulan Tanpa Impor

Industri Baja Nasional Siap Produksi 100 Jembatan Bailey per Bulan Tanpa Impor

02/01/2026
Fenomena Regenerasi Alami Hutan Dunia, Indonesia Jadi Sorotan Ilmuwan

Fenomena Regenerasi Alami Hutan Dunia, Indonesia Jadi Sorotan Ilmuwan

26/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id