• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, Maret 21, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Studi BRIN Ungkap Cemaran Obat Diabetes di Air Jakarta dan Potensi Dampaknya bagi Lingkungan

Yustinus Agus by Yustinus Agus
27/11/2025
0
Studi BRIN Ungkap Cemaran Obat Diabetes di Air Jakarta dan Potensi Dampaknya bagi Lingkungan
0
SHARES
2
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Sebuah penelitian terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap temuan mengejutkan: jejak obat diabetes berjenis Metformin telah terdeteksi dalam aliran Sungai Angke — salah satu sungai utama di Jakarta. Analisis menunjukkan bahwa konsentrasi metformin dalam air berkisar antara 27 hingga 414 nanogram per liter (ng/L), berdasarkan sampel yang diambil di enam titik berbeda sepanjang sungai. Temuan ini menjadi bukti pertama bahwa obat antidiabetes dapat terakumulasi di perairan ibu kota.

Metformin sendiri adalah obat yang banyak digunakan untuk menangani diabetes tipe 2, dan memiliki karakteristik yang unik: setelah dikonsumsi, obat ini hampir tidak mengalami metabolisme dalam tubuh, sehingga dikeluarkan kembali melalui urine dalam bentuk aktif. Akibatnya, ketika pasien menggunakan metformin dalam jumlah besar — seperti di kota besar dengan prevalensi diabetes yang tinggi — potensi tercemarnya air sungai pun meningkat secara signifikan.

Para peneliti menyebut fenomena ini sebagai bagian dari kelompok polutan baru yang disebut “emerging contaminants”: senyawa aktif farmasi yang masuk ke lingkungan — sungai, danau, hingga laut — serta seringkali tidak terpantau dalam pemantauan kualitas air konvensional. Karena metformin tidak mudah terurai secara alami di lingkungan, keberadaannya di air berpotensi bertahan dan memasuki rantai makanan.

BacaJuga

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Dampak pencemaran metformin pada ekosistem air telah menunjukkan sejumlah efek biologis pada organisme akuatik, terutama ikan. Studi internasional—dan sebagian kecil data lokal yang tersedia—menunjukkan bahwa paparan metformin bisa menyebabkan gangguan sistem reproduksi ikan, termasuk kerusakan jaringan gonad, perubahan ekspresi gen, gangguan pertumbuhan pada ikan muda, hingga peningkatan produksi hormon steroid pada ikan betina dewasa.

Meski konsentrasi yang ditemukan di Sungai Angke relatif lebih rendah dibandingkan di beberapa negara lain — di mana metformin pernah terdeteksi dengan kadar puluhan hingga ratusan mikrogram per liter — keberadaan senyawa ini tetap menjadi peringatan serius. Di Portugal, misalnya, kadar metformin tercatat mencapai 325 µg/L; di China, 53,6 µg/L; dan di Meksiko sekitar 107 µg/L.

Kekhawatiran utama dari para peneliti adalah bahwa pencemaran ini tidak hanya berhenti sebagai isu lingkungan — ia juga bisa berdampak jangka panjang terhadap kesehatan manusia. Bila air tercemar metformin digunakan untuk irigasi pertanian, rekreasi, atau bahkan konsumsi (setelah pengolahan air), maka senyawa aktif bisa masuk ke rantai makanan manusia. Terlebih jika ikan dari perairan tercemar dikonsumsi, atau air tersebut diolah secara minim.

Baca Juga:
Polisi Ungkap Modus Penipuan Online “Salah Transfer”: Cara Kerja dan Pencegahannya

Para epidemiolog dan ahli kesehatan lingkungan menyoroti pentingnya temuan ini sebagai peringatan untuk memperkuat sistem pengelolaan limbah cair di wilayah perkotaan. Sebagai contoh, dr. Dicky Budiman menyatakan bahwa temuan metformin di Sungai Angke menunjukkan bahwa sistem pengolahan limbah domestik di Jakarta selama ini belum cukup untuk memfilter senyawa farmasi dalam urine manusia sebelum dibuang ke sungai.

Sebagai respons terhadap temuan ini, tim peneliti BRIN menyarankan agar pemerintah memperketat regulasi dan pengawasan terhadap pembuangan limbah obat-obatan — termasuk obat yang sudah kadaluwarsa atau tidak terpakai — serta memperbaiki sistem pengolahan air limbah rumah tangga agar mampu menahan senyawa farmasi dan kontaminan lain. Mereka juga menekankan perlunya penelitian lanjutan untuk mengetahui apakah metformin sudah terakumulasi dalam organisme air di sungai Jakarta, serta seberapa besar potensi risiko terhadap kesehatan masyarakat.

Temuan ini bukanlah kasus tunggal. Di kawasan lain di Indonesia, seperti di wilayah DAS Citarum, peneliti BRIN sudah lebih dulu menemukan adanya kontaminasi bahan aktif obat dalam air sungai, akibat pembuangan limbah obat, urin, hingga limbah domestik dan rumah sakit tanpa penanganan layak. Kondisi ini menunjukkan bahwa pencemaran farmasi di perairan — dan bukan hanya berupa sampah plastik atau limbah kimia industri — merupakan masalah lingkungan yang semakin mendesak.

Dengan tingginya prevalensi diabetes di Indonesia dan populasi besar di Jakarta, penggunaan metformin diprediksi akan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang. Hal ini memperkuat prediksi bahwa tanpa intervensi — yaitu pengelolaan limbah yang lebih baik dan regulasi ketat — kontaminasi obat di perairan ibu kota dan daerah lain kemungkinan akan makin meluas.

Lebih dari sekadar data ilmiah: temuan ini adalah alarm bagi warga kota bahwa polusi di Jakarta tidak selalu berupa sampah plastik, asap kendaraan, atau limbah industri — tetapi bisa juga berasal dari barang sehari-hari seperti obat yang kita konsumsi. Bila kita tidak bijak dalam membuang sisa obat atau residu konsumsi, dampaknya bisa jauh lebih luas dari dugaan sebelumnya — menyentuh lingkungan, ekosistem, dan kesehatan generasi mendatang.

Baca Juga:
Sinergi PROKAMI dan IMANI Care: Masjid di Pandeglang Kini Siap Selamatkan Nyawa

Masalah ini menuntut perhatian tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat luas, untuk lebih bertanggung jawab dalam penggunaan obat dan pengelolaan limbah rumah tangga. Tanpa tindakan nyata, Jakarta bisa menghadapi jenis pencemaran baru: polutan farmasi yang diam-diam menyusup ke air, sungai, hingga makanan kita sehari-hari.

Tags: #air#jakarta
Previous Post

Banten Dorong Pengelolaan Sampah Modern Berbasis Ekonomi Sirkular

Next Post

Ikatan Apoteker Beberkan Penyebab Obat Kosong dan Harga Melonjak di Indonesia

Related Posts

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati
News

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

by Yustinus Agus
15/03/2026
0

SERANG — Dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh seorang oknum anggota Humas di lingkungan Kepolisian Daerah Banten kembali menjadi...

Read more
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah Perkuat Kepemimpinan dan Kekompakan Kepala OPD dan Camat melalui Capacity Building

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah Perkuat Kepemimpinan dan Kekompakan Kepala OPD dan Camat melalui Capacity Building

18/02/2026
Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

16/02/2026
Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten, SMSI Kunjungi Keraton Surosowan hingga Pantai Anyer–Carita

Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten, SMSI Kunjungi Keraton Surosowan hingga Pantai Anyer–Carita

12/02/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id