• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, Maret 21, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Studi Jepang: Makan Ramen Tiga Kali Seminggu Tingkatkan Risiko Kematian

Yustinus Agus by Yustinus Agus
22/11/2025
0
Studi Jepang: Makan Ramen Tiga Kali Seminggu Tingkatkan Risiko Kematian
0
SHARES
1
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Penelitian baru dari Jepang mengungkap bahwa kebiasaan makan ramen lebih dari tiga kali seminggu bisa membawa konsekuensi serius bagi kesehatan. Dalam studi yang dilakukan di Prefektur Yamagata, para peneliti mencatat peningkatan risiko kematian pada orang-orang yang memiliki frekuensi makan ramen tinggi.

Para ilmuwan mengikuti 6.725 penduduk berusia 40 tahun ke atas di Yamagata selama sekitar 4,5 tahun, mengelompokkan mereka berdasarkan seberapa sering mereka mengonsumsi ramen: kurang dari sekali sebulan, satu hingga tiga kali sebulan, sekali atau dua kali seminggu, dan tiga kali atau lebih seminggu. Analisis menunjukkan bahwa mereka yang makan ramen paling sering — yaitu tiga kali ke atas per minggu — memiliki risiko kematian sekitar 1,52 kali lebih besar dibandingkan kelompok yang makan ramen satu atau dua kali seminggu.

Lebih lanjut, penelitian menemukan bahwa kebiasaan minum sebagian besar kaldu ramen turut meningkatkan risiko. Pada kelompok yang sering makan ramen, mereka yang menenggak lebih dari setengah mangkuk kuah menunjukkan risiko kematian yang lebih tinggi daripada yang tidak. Bahkan, bagi mereka yang sering makan ramen selain juga minum alkohol, risiko melonjak lebih jauh — mencapai hampir tiga kali lipat dibandingkan konsumen ramen secara sedang.

BacaJuga

Arwana RI Jadi Primadona di Pasar China, Transaksi Capai Jutaan Dolar

Gunungan Sampah Tutupi Pasar Cimanggis, Pedagang dan Warga Resah

Namun, para peneliti juga menegaskan bahwa hasil ini tidak bisa langsung diartikan bahwa ramen adalah penyebab langsung kematian. Karena sifat studi yang observasional, masih ada sejumlah faktor gaya hidup lain yang mungkin ikut berkontribusi, seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, berat badan yang berlebih, hingga penyakit seperti diabetes atau hipertensi.

Di sisi lain, kelompok yang makan ramen paling jarang — kurang dari sekali sebulan — juga menunjukkan sedikit peningkatan risiko kematian. Peneliti menduga ini karena beberapa orang dalam kelompok ini mungkin sudah memiliki kondisi kesehatan tertentu (seperti tekanan darah tinggi atau diabetes) dan telah menghindari ramen atas saran dokter.

Baca Juga:
Bursa Ketua Alumni STM Negeri Karawang ’89 Ramai: Zuli Zulkipli S.H. Ikut Kontestasi!

Apa yang membuat ramen menjadi perhatian serius dari segi kesehatan? Salah satu penyebab utama adalah kadar natriumnya yang tinggi. Kaldu ramen biasanya sangat asin, dan konsumsi kuah dalam porsi besar dapat membuat asupan garam sangat tinggi — faktor yang terkait dengan penyakit seperti stroke dan kanker lambung. Menurut Dr. Miho Suzuki dari Yonezawa University of Nutrition and Science, salah satu peneliti dalam tim, salah satu cara mengurangi risiko adalah dengan tidak minum seluruh kuah dan menambahkan sayuran ke dalam mangkuk ramen guna meningkatkan nilai gizi.

Profesor Tsuneo Konta dari Yamagata University juga mengingatkan bahwa meski risikonya nyata, hal itu lebih banyak terkait gaya hidup konsumen ramen yang sering makan. Ia menyarankan agar penggemar ramen membatasi seberapa sering mereka menyantap mi kesayangan itu, menghindari minum seluruh kuah, dan memastikan asupan nutrisi lebih seimbang dalam sekali santap.

Dari sisi demografis, studi ini juga menemukan bahwa kelompok yang lebih sering makan ramen cenderung pria, lebih muda, perokok, peminum alkohol, dan memiliki kondisi kesehatan seperti tekanan darah tinggi atau diabetes. Artinya, risiko yang diukur dalam penelitian mungkin tidak hanya berasal dari ramen saja, tetapi juga dari gaya hidup tidak sehat yang sering menyertainya.

Meski demikian, hasil penelitian ini tetap menyita perhatian publik dan para ahli gizi. Banyak yang menganggap bahwa temuan ini bisa menjadi sinyal penting untuk mengevaluasi seberapa sering kita menikmati ramen — terutama di negara seperti Jepang, di mana mi ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner lokal.

Para peneliti menyarankan agar konsumsi ramen dilakukan dengan lebih bijak: tidak terlalu sering, memperhatikan porsi kuah, dan mungkin menambahkan sayur agar lebih seimbang. Untuk penggemar ramen yang juga sering minum alkohol, disarankan lebih mencermati frekuensi makan ramen agar risiko tak menumpuk.

Baca Juga:
Lima Polisi Teladan Raih Hoegeng Awards 2025

Akhirnya, studi ini membuka ruang bagi penelitian lanjutan yang dapat memperkuat hubungan antara konsumsi ramen dan kesehatan jangka panjang. Hingga saat itu, kesadaran dan moderasi bisa menjadi langkah awal yang bijak bagi siapa pun yang menyukai semangkuk hangat ramen.

Tags: #hepang#studi
Previous Post

Sistem Rujukan Baru BPJS Berbasis Kompetensi Siap Diterapkan Januari 2026

Next Post

Greenhouse IoT di Kramat Jati: Terobosan Baru Pertanian Urban yang Efisien dan Berkelanjutan

Related Posts

Arwana RI Jadi Primadona di Pasar China, Transaksi Capai Jutaan Dolar
International

Arwana RI Jadi Primadona di Pasar China, Transaksi Capai Jutaan Dolar

by Yustinus Agus
26/12/2025
0

JAKARTA - Tidak seperti komoditas ekspor khas Indonesia seperti minyak sawit, batu bara, atau kopi, ada satu ekspor yang belakangan...

Read more
Gunungan Sampah Tutupi Pasar Cimanggis, Pedagang dan Warga Resah

Gunungan Sampah Tutupi Pasar Cimanggis, Pedagang dan Warga Resah

16/12/2025
Dunia Mengakui Keindahan Pulau Komodo, Masuk Daftar 20 Destinasi Terbaik 2026

Dunia Mengakui Keindahan Pulau Komodo, Masuk Daftar 20 Destinasi Terbaik 2026

13/12/2025
Hanoi Darurat Polusi: Kabut Beracun Kian Pekat, Warga Terancam

Hanoi Darurat Polusi: Kabut Beracun Kian Pekat, Warga Terancam

12/12/2025
Andra Soni Dorong Infrastruktur dan SDM untuk Pertumbuhan Ekonomi Merata di Banten

Andra Soni Dorong Infrastruktur dan SDM untuk Pertumbuhan Ekonomi Merata di Banten

11/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id