• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, Maret 21, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Beban Berat Industri Baja RI: Terjebak Impor, Terlilit Mesin Tua! Apa Solusi Kemenperin?

Yustinus Agus by Yustinus Agus
10/11/2025
0
Beban Berat Industri Baja RI: Terjebak Impor, Terlilit Mesin Tua! Apa Solusi Kemenperin?
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, 10 November 2025, kembali menjadi hari penting bagi industri baja nasional. Di tengah upaya pemerintah untuk mendongkrak daya saing sektor manufaktur, terkuak sejumlah persoalan pelik yang menghambat pertumbuhan industri baja dalam negeri. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan Komisi VI DPR RI, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza memaparkan secara gamblang tantangan-tantangan yang dihadapi industri baja, mulai dari ketergantungan impor hingga mesin-mesin pabrik yang sudah uzur.

Kabar buruk pertama yang disampaikan Wamenperin adalah ketimpangan yang sangat besar antara kebutuhan baja nasional dengan kemampuan produksi dalam negeri.

“Gap ini diisi oleh produk impor sekitar 55% kebutuhan nasional dan mayoritas dari China,” ungkap Faisol Riza dengan nada prihatin.

Impor baja yang membanjiri pasar domestik ini tentu saja memberikan tekanan yang besar bagi industri baja dalam negeri, yang kesulitan untuk bersaing dari segi harga maupun kualitas.

BacaJuga

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Ironisnya, di tengah gempuran produk impor, utilisasi industri baja dalam negeri justru tergolong rendah.

“Sementara utilisasinya industri baja kita sebesar 50% kurang lebih, sehingga industri baja nasional yang idle karena produknya tidak terserap pasar juga cukup banyak,” lanjut Wamenperin.

Kondisi ini tentu saja sangat memprihatinkan, karena menunjukkan bahwa industri baja dalam negeri tidak mampu memanfaatkan kapasitas produksi yang ada secara optimal.

Lebih lanjut, Wamenperin menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama rendahnya daya saing industri baja dalam negeri adalah fokus produksi yang terlalu sempit.

“Kondisi tersebut disebabkan karena produksi baja dalam negeri hanya terfokus pada sektor konstruksi dan infrastruktur,” jelas Faisol Riza.

Padahal, sektor lain yang menurutnya bernilai tinggi seperti otomotif, perkapalan, alat berat, dan lain-lain masih relatif terbatas.

Sektor-sektor ini memerlukan jenis baja dengan spesifikasi khusus seperti alloy steel atau special steel baja khusus yang memiliki potensi pasar besar baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Dengan kata lain, industri baja dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih beragam dan bernilai tambah tinggi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 menunjukkan bahwa jumlah perusahaan, berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 24 produsen logam dasar terdiri dari 562 perusahaan, lalu KBLI 25 produsen barang logam, bukan mesin, dan peralatannya1.592 perusahaan. Jumlah perusahaan yang cukup banyak ini seharusnya menjadi modal yang kuat bagi pengembangan industri baja dalam negeri.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan tersebut masih menghadapi berbagai kendala yang menghambat pertumbuhan mereka.

Baca Juga:
Pemerintah Kampung Rantau Jaya Salurkan BLT-DD Tahap Kedua

Masalah lain yang tak kalah pelik adalah kualitas mesin produksi yang sudah tua. Hal itu juga yang menyebabkan baja nasional tidak dapat berdaya saing.

“Sebagian besar produsen masih menghadapi tantangan dalam hal teknologi dan modernisasi peralatan produksi di mana sebagian besar mesin dan teknologi yang digunakan sudah berumur tua dan belum sepenuhnya ramah lingkungan,” terang Wamenperin.

Kondisi ini tentu saja sangat mempengaruhi kualitas dan biaya produksi, sehingga menjadi hambatan dalam upaya menuju industri baja yang punya daya saing, berkelanjutan, dan berstandar global. Mesin-mesin tua tidak hanya menghasilkan produk yang kurang berkualitas, tetapi juga boros energi dan kurang ramah lingkungan.

Namun, di tengah berbagai persoalan tersebut, terdapat secercah harapan bagi industri baja nasional. Kemenperin mencatat produksi baja Indonesia menempati peringkat 14 dunia pada 2024 sebesar 18 juta ton, naik 110% dari 2019. Angka ini menunjukkan bahwa industri baja dalam negeri memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang dan meningkatkan kontribusinya bagi perekonomian nasional.

Sebagai perbandingan, total produksi baja pasar dunia pada 2024 sebagai informasi sebesar 1,084 miliar ton, di mana Cina merupakan produsen terbesar dengan produksi baja kasar sebesar 1,005 miliar ton atau 53,3% produksi dunia.

“Kemudian di susul India sebesar 149,4 juta ton atau sekitar 7,9% produk dunia. Industri baja nasional saat ini menunjukkan tingkat rata-rata utilisasi sebesar 52,70%,” tutup Wamenperin.

Meskipun masih jauh tertinggal dari Cina dan India, Indonesia memiliki peluang untuk mengejar ketertinggalan tersebut dengan melakukan berbagai upaya strategis, seperti:

1. Meningkatkan investasi di sektor teknologi dan modernisasi peralatan produksi.

2. Mengembangkan produk-produk baja dengan spesifikasi khusus yang memiliki nilai tambah tinggi.

3. Memperluas pasar ekspor ke negara-negara yang memiliki potensi permintaan yang besar.

4. Memperkuat kerja sama antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga penelitian dalam pengembangan teknologi dan inovasi di sektor baja.

5. Menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pertumbuhan industri baja.

Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan industri baja dalam negeri dapat mengatasi berbagai tantangan yang ada dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga:
Pria di Bogor Protes Menu MBG hingga Viral: Desak SPPG Evaluasi dan Perbaiki Kualitas Makanan

Jangan sampai industri baja Indonesia hanya menjadi penonton di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Tags: #baja#industi
Previous Post

Skandal Radioaktif Guncang Industri RI: Sepatu Kets Terkontaminasi Cesium-137 Ditemukan di Belanda!

Next Post

Aksi Nekat di Kawasan Industri Serang: Maling Gondol Pipa Tembaga, Kerugian Mencapai Rp 135 Juta!

Related Posts

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati
News

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

by Yustinus Agus
15/03/2026
0

SERANG — Dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh seorang oknum anggota Humas di lingkungan Kepolisian Daerah Banten kembali menjadi...

Read more
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah Perkuat Kepemimpinan dan Kekompakan Kepala OPD dan Camat melalui Capacity Building

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah Perkuat Kepemimpinan dan Kekompakan Kepala OPD dan Camat melalui Capacity Building

18/02/2026
Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

16/02/2026
Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten, SMSI Kunjungi Keraton Surosowan hingga Pantai Anyer–Carita

Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten, SMSI Kunjungi Keraton Surosowan hingga Pantai Anyer–Carita

12/02/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id