• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Selasa, Maret 24, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Sampah Plastik Jadi Berkah: Eks Bartender Bali Tembus Pasar Ekspor dengan Produk Daur Ulang

Yustinus Agus by Yustinus Agus
02/11/2025
0
Sampah Plastik Jadi Berkah: Eks Bartender Bali Tembus Pasar Ekspor dengan Produk Daur Ulang
0
SHARES
1
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, 1 November 2025 – Di tengah hiruk pikuk kota metropolitan, di antara gemerlap gedung pencakar langit dan lalu lalang kendaraan, terselip kisah inspiratif tentang seorang pemuda bernama Putu Eka Darmawan. Kisah ini bukan tentang kesuksesan instan atau keberuntungan semata, melainkan tentang keberanian mengambil risiko, melihat peluang di tempat yang tak terduga, dan mengubah masalah menjadi solusi yang berkelanjutan.

Eka, yang dulunya berprofesi sebagai bartender di kapal pesiar mewah yang kerap berlabuh di kota-kota glamor seperti Los Angeles dan Miami, kini justru berkutat dengan tumpukan sampah plastik di Pulau Dewata, Bali.

Enam tahun mengarungi lautan dan melayani para pesohor dunia membuat Eka menyadari bahwa hidup di tengah laut, jauh dari keluarga dan tanah kelahiran, bukanlah sesuatu yang bisa ia jalani selamanya.

BacaJuga

Zuli Zulkipli Tegaskan UMSK Jabar Sah, Kritik Keras Sikap Said Iqbal

Nasib Macan Tutul Jawa di Tengah Menyusutnya Hutan Pulau Jawa

Kerinduan akan rumah dan keinginan untuk berkontribusi bagi masyarakat mendorongnya untuk mengambil keputusan besar: pulang kampung dan memulai bisnis sendiri. Namun, bisnis apa yang cocok untuknya?

Di tengah kebimbangan, Eka justru menemukan jawabannya di tempat yang paling tidak terduga: tumpukan sampah plastik yang menggunung di sekitarnya.

Ia melihat bahwa sampah plastik, yang selama ini dianggap sebagai limbah yang mengotori lingkungan, justru menyimpan potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik.

“Ketemulah kalo konsep yang paling cocok untuk saya itu adalah di sampah plastik karena selain itu yang jadi sumber masalah, saya juga ngeliat potensi ke depannya itu ada,” ujarnya penuh semangat.

Dengan modal awal Rp 25 juta, Eka mendirikan Rumah Plastik Mandiri pada tahun 2016. Ia memulai bisnisnya dengan membeli limbah plastik dari para pemulung untuk diolah menjadi bahan baku baru yang kemudian dijual ke industri.

Namun, Eka tidak berhenti di situ. Ia memiliki visi yang lebih besar, yaitu menciptakan ekosistem daur ulang yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Seiring berjalannya waktu, Eka membangun kemitraan dengan bank sampah dan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di sekitar Bali. Ia menawarkan harga yang lebih tinggi dan stabil untuk sampah plastik yang dikumpulkan oleh masyarakat, sehingga mendorong partisipasi aktif dalam program daur ulang.

“Harga plastik yang semula hanya Rp 500-1.000 per kilogram (kg) bisa dihargainya hingga mencapai Rp 2.500. Bahkan jika melalui proses sortir lanjutan harganya bisa naik menjadi 2-3 kali lipat,” jelas Eka.

Kini, Rumah Plastik Mandiri mampu mengolah hingga 3 ton sampah plastik per hari. Hasil olahan tersebut tidak hanya dijual sebagai bahan baku, tetapi juga diubah menjadi berbagai produk kreatif dan inovatif, mulai dari gantungan kunci, medali, furnitur, hingga material campuran untuk aspal.

Eka menjelaskan bahwa Rumah Plastik Mandiri memiliki beberapa fokus dalam operasionalnya demi meningkatkan nilai jual sampah plastik.

“Kita membuat jalur pengolahan kita sendiri untuk ngangkat harga, menstabilkan harga, jadi hilirisasi kita tuh ada satu, kita gunakan untuk bikin produk-produk olahan dari recycle plastik ya dimulai dari kecil-kecil lah, dari gantungan kunci, medali, menaik ke furniture abis itu sampai ke interior, dari bahan daur ulang,” ungkapnya.

Baca Juga:
Mongol Stres Gigit Jari! Pinjamkan Rp 53 Miliar ke Cagub, Uang Raib, Orangnya Diciduk KPK

Keberhasilan Eka dalam mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai jual tinggi ternyata tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga di pasar internasional. Produk-produk kreatif buatan Eka telah berhasil menembus pasar ekspor ke berbagai negara, seperti Jepang, Spanyol, Malaysia, dan Australia.

Permintaan dari negara-negara tersebut sangat beragam, mulai dari aksesori kecil hingga furnitur set meja dan kursi dari kombinasi plastik dan kayu jati. Eka bercerita bahwa satu set meja dan dua kursi yang belum lama ini dijual ke Jepang dibanderol sekitar Rp 7,5 juta. Untuk produk kecil seperti gantungan kunci, ia menerapkan sistem minimum order agar bahan baku dan proses cetak bisa dimanfaatkan secara efisien.

Yang lebih membanggakan lagi, sebagian besar pesanan yang diterima oleh Rumah Plastik Mandiri justru datang dari luar negeri. Nilai ekspor bulanan bisa mencapai antara Rp 50 juta hingga Rp 150 juta. Semua ini berjalan tanpa strategi pemasaran besar-besaran.

Eka mengaku baru memiliki akun Instagram pada tahun 2023 dan sebelumnya hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut.

Kesuksesan Eka dalam bisnis daur ulang sampah plastik tidak lepas dari kerja keras, inovasi, dan keberanian mengambil risiko. Ia tidak takut untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba hal-hal baru. Ia juga tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan dan hambatan.

“Modal kami banyak terbakar di riset. Kami malah merancang dan membuat mesin sendiri, karena mesin daur ulang di pasaran tidak sesuai dengan karakter plastik di Indonesia,” tuturnya.

Eka bersama timnya merakit mesin pencacah, mesin pencuci, pengering, pelebur, hingga pencetak plastik. Semua dikerjakan bersama bengkel lokal yang awalnya menjadi rekanan, lalu bergabung menjadi bagian dari tim produksi Rumah Plastik Mandiri. Kini, Eka mempekerjakan 15 orang dan melibatkan banyak mitra dari komunitas lokal.

Ia meyakini bahwa kesuksesan tidak datang dari keberuntungan, melainkan dari riset panjang yang penuh risiko dan biaya besar.

Eka juga berpesan kepada siapa pun yang ingin berkecimpung di bisnis daur ulang sampah plastik. Menurutnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah datang langsung ke tempat pengolahan untuk melihat kondisi riil bisnis tersebut.

Kedua, berbaur dengan masyarakat karena bisnis ini membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar.

“Kayaknya paling bagus itu harus datang ke tempat dulu deh aku pengin belajar aku pengin masuk ke bisnis sampah bayar daur ulang lebih bagus itu datang dulu ke tempatnya lihat bagaimana proses dan semuanya karena apa yang terlihat di sosmed itu rata-rata bohong jadi terkesannya itu mudah tapi itu sulit,” tuturnya.

Eka meyakini bahwa plastik bukan hanya sekadar musuh, melainkan sumber daya yang belum dimanfaatkan dengan baik. Menurutnya, plastik tetap menyimpan potensi besar namun kurang terkelola dengan baik.

“Plastik ini sumber daya yang kita punya, yang jumlahnya hampir unlimited cuma selesai jadi abu di TPA atau dibuang dan mencemari lingkungan. Itu lebih baik potensi itu kita gunakan untuk sesuatu yang lebih berguna,” tutup Eka dengan nada optimis.

Baca Juga:
Terobosan Bupati Ratu Zakiyah: Buku RTK Makro Jadi Panduan Tekan Angka Pengangguran di Kabupaten Serang

Kisah Eka ini adalah bukti nyata bahwa dengan kerja keras, inovasi, dan keberanian, kita dapat mengubah sampah menjadi berkah dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Tags: #Sampah
Previous Post

Dari TPA ke Pembangkit Listrik: Mengapa Indonesia Belum Manfaatkan Sampah Jadi Energi?

Next Post

Megawati Tanpa Ponsel: Ironi di Era Digital dan Pesan untuk Generasi Muda

Related Posts

Zuli Zulkipli Tegaskan UMSK Jabar Sah, Kritik Keras Sikap Said Iqbal
Opini

Zuli Zulkipli Tegaskan UMSK Jabar Sah, Kritik Keras Sikap Said Iqbal

by Yustinus Agus
03/01/2026
0

JAKARTA - Polemik penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di Jawa Barat kembali mengemuka setelah pernyataan Presiden Partai Buruh Said...

Read more
Nasib Macan Tutul Jawa di Tengah Menyusutnya Hutan Pulau Jawa

Nasib Macan Tutul Jawa di Tengah Menyusutnya Hutan Pulau Jawa

02/01/2026
Pesona Pantai Pandawa: Dari Tebing Kapur Hingga Sunset Menawan, Wisatawan Melimpah

Pesona Pantai Pandawa: Dari Tebing Kapur Hingga Sunset Menawan, Wisatawan Melimpah

26/12/2025
Dari Kecantikan hingga Digital Marketing, MY ACADEMY Berdayakan Ibu-Ibu Pelaku Usaha

Dari Kecantikan hingga Digital Marketing, MY ACADEMY Berdayakan Ibu-Ibu Pelaku Usaha

24/12/2025
UNESCO Akui Tempe, Fadli Zon Sebut Penghargaan untuk Budaya Nusantara

UNESCO Akui Tempe, Fadli Zon Sebut Penghargaan untuk Budaya Nusantara

22/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id