TANGERANG SELATAN – Ironi kehidupan menghantui warga RT 06 RW 04 Kelurahan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Di tengah gemerlap pembangunan kota, mereka justru harus berjuang menghadapi krisis air bersih akibat pencemaran yang disebabkan oleh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang. Air tanah yang dulu menjadi sumber kehidupan, kini tak lagi layak dikonsumsi, memaksa warga untuk membeli air galon setiap hari.
“Semua aktivitas sekarang harus pakai air galon. Pengeluaran jadi membengkak, sehari bisa habis empat galon hanya untuk minum, masak, dan keperluan lainnya,” keluh Agus, salah seorang warga yang ditemui di kediamannya, Selasa (28/10).
Tak hanya itu, untuk kebutuhan mandi dan mencuci pakaian, warga terpaksa menumpang di rumah tetangga yang masih memiliki sumber air bersih. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Agus mengungkapkan bahwa masalah ini sudah lama diadukan kepada pemerintah daerah setempat, namun hingga kini belum ada solusi yang konkret. Bahkan, gunungan sampah di TPA Cipeucang semakin mendekat ke permukiman warga, menimbun lahan milik keluarga yang sudah diwariskan secara turun temurun.
“Ini tanah warisan dari zaman nenek saya. Sekarang sudah mulai tertimbun sampah,” ujarnya dengan nada sedih.
Baca Juga:
Wagub Dimyati Ajak Sarjana Uniba Jadi Garda Depan Pembangunan Banten
Uum (60), warga lainnya, menambahkan bahwa air tanah di permukiman mereka sudah tidak layak dipakai sejak setahun lalu. Meskipun ada bantuan air bersih yang diantarkan ke toren-toren warga, namun jumlahnya terbatas dan tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Dulu saya selalu beli air galon karena air di sini sudah tidak bisa dipakai. Sekarang dapat bantuan air, tapi tetap saja kurang,” keluhnya.
Ketua RT 06 RW 04 Serpong, Idik Tasdik, mengungkapkan bahwa selokan di sekitar permukiman warga sudah nyaris tertimbun longsoran sampah. Ia menyebutkan ada enam kepala keluarga (KK) yang paling terdampak oleh masalah ini.
Idik berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah TPA Cipeucang yang sudah lama meresahkan warga.
Ia khawatir jika tidak segera ditangani, kondisi ini akan semakin memburuk dan mengancam kesehatan serta lingkungan warga sekitar.
Baca Juga:
Wagub Banten Lepas Jamaah Haji Menuju Tanah Suci
Krisis air bersih di Cipeucang ini menjadi potret buram pengelolaan lingkungan di perkotaan. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera bertindak cepat dan mencari solusi yang berkelanjutan agar warga Cipeucang dapat kembali menikmati air bersih dan hidup dengan layak.















