• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, Maret 21, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Buron Sabu Rp 5 Triliun Ditangkap di Kamboja: Kisah Dewi Astutik dan Jaringan Narkoba Internasional

Yustinus Agus by Yustinus Agus
02/12/2025
0
Buron Sabu Rp 5 Triliun Ditangkap di Kamboja: Kisah Dewi Astutik dan Jaringan Narkoba Internasional
0
SHARES
1
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Pada awal Desember 2025, publik dikejutkan oleh kabar penangkapan seorang buronan besar yang selama ini dianggap sebagai salah satu sosok paling dicari dalam kasus narkoba internasional. Sosok itu adalah Dewi Astutik, perempuan berusia 43 tahun yang diyakini berperan dalam penyelundupan sabu dua ton dengan nilai fantastis mencapai lima triliun rupiah. Penangkapan ini menjadi salah satu operasi terbesar yang melibatkan kerja sama antara Badan Narkotika Nasional, Interpol, dan dukungan intelijen dari berbagai lembaga keamanan.

Keberhasilan ini diumumkan setelah pihak keamanan melakukan perburuan intensif selama berbulan-bulan, mengikuti jejak Dewi yang kerap berpindah-pindah negara untuk menghindari pelacakan. Pada akhirnya, operasi gabungan berhasil menemukan keberadaan Dewi di Kamboja. Di negara itulah ia ditangkap tanpa perlawanan yang berarti sebelum dijadwalkan untuk dipulangkan ke Indonesia guna menghadapi proses hukum. Kepala BNN disebut segera berangkat untuk menjemputnya dan memastikan bahwa proses pemindahan narapidana berlangsung aman.

Di balik sosok perempuan yang kini menjadi pembicaraan nasional itu, tersimpan kisah yang cukup menarik untuk diulas. Banyak yang mengenalnya sebagai seorang mantan Tenaga Kerja Wanita yang sempat bekerja di berbagai negara Asia. Masyarakat yang pernah tinggal berdekatan dengannya bahkan tidak pernah mengira bahwa perempuan tersebut dapat terlibat dalam sebuah jaringan kejahatan yang begitu besar dan terstruktur. Warga di kampung asal Dewi mengaku kaget saat mendengar berita penangkapannya. Sebagian mengatakan bahwa Dewi tampak seperti perempuan biasa yang menjalani kehidupan wajar tanpa tanda-tanda mencurigakan.

BacaJuga

Arwana RI Jadi Primadona di Pasar China, Transaksi Capai Jutaan Dolar

Gunungan Sampah Tutupi Pasar Cimanggis, Pedagang dan Warga Resah

Dewi diketahui pernah tinggal di sebuah dusun di Kabupaten Ponorogo setelah menikah dengan salah satu warga setempat. Namun, warga mengisahkan bahwa kehidupan Dewi saat itu tidak terlalu menonjol. Selain dikenal sebagai pendatang dari daerah lain di Jawa Timur, ia disebut sebagai sosok yang cenderung tertutup. Saat hendak merantau kembali ke luar negeri sekitar tahun 2023, ia hanya menyampaikan bahwa ia ingin bekerja di Kamboja karena sulitnya mencari pekerjaan di desa. Tidak ada seorang pun yang menghubungkannya dengan aktivitas ilegal, apalagi sindikat narkoba internasional.

Namun, belakangan diketahui bahwa selama bertahun-tahun Dewi telah bergerak dalam jaringan penyelundupan besar. Modus yang digunakan oleh sindikat yang diduga dipimpinnya cukup rapi. Ia diduga sering mengganti penampilan demi mengelabui aparat, mulai dari gaya rambut hingga riasan wajah. Pergantian identitas semu ini membuat operasional jaringan semakin sulit dideteksi. Pergerakan lintas negara yang ia lakukan selama bekerja sebagai TKW juga disebut mempermudahnya berhubungan dengan sejumlah pihak yang terlibat dalam perdagangan gelap narkotika.

Penyelidikan panjang menunjukkan bahwa jaringan ini tidak hanya menyasar satu wilayah, melainkan beroperasi di beberapa negara Asia Tenggara. Dua ton sabu yang disebut dalam kasus ini diyakini disiapkan untuk didistribusikan ke berbagai titik perdagangan narkotika internasional. Jika barang haram tersebut berhasil lolos, dampaknya bagi masyarakat akan sangat menghancurkan. Karena itulah, penangkapan Dewi dianggap sebagai pukulan telak bagi sindikat yang selama ini beroperasi secara tersembunyi.

Baca Juga:
BAPERA Banten Dukung Penuh Independensi Pansel Sekda Banten

Operasi gabungan yang dilakukan oleh BNN, Interpol, dan intelijen militer ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antarnegara sangat penting untuk memberantas jaringan narkoba yang semakin kompleks. Tidak hanya menyita barang bukti, operasi ini juga membuka peluang bagi aparat untuk menelusuri struktur jaringan yang lebih besar. Banyak pihak meyakini bahwa Dewi bukan satu-satunya tokoh penting dalam jaringan tersebut. Penangkapannya diharapkan memberikan pintu masuk untuk mengungkap dalang lainnya yang selama ini beroperasi di balik bayang-bayang.

Reaksi publik pun beragam. Di satu sisi, masyarakat merasa lega karena salah satu buronan paling dicari akhirnya berhasil ditangkap. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa kasus seperti ini mengungkap kenyataan pahit bahwa jaringan narkoba kini semakin memanfaatkan warga biasa, termasuk pekerja migran, perempuan, atau siapa saja yang dianggap memiliki akses untuk bergerak bebas. Hal ini memunculkan diskusi baru tentang pentingnya perlindungan dan pengawasan terhadap pekerja migran, terutama mereka yang rentan direkrut untuk aktivitas ilegal.

Para legislator di Indonesia juga menyoroti kasus ini sebagai peringatan keras tentang betapa luasnya jaringan narkotika internasional. Mereka menyerukan peningkatan pengawasan ketat di pintu-pintu masuk negara serta memperkuat kerja sama internasional dalam operasi intelijen. Penangkapan Dewi dianggap menjadi bukti nyata bahwa sindikat narkoba tidak lagi bekerja dengan pola konvensional, melainkan menggunakan pendekatan yang jauh lebih sistematis dan profesional.

Bagi masyarakat Ponorogo, kasus ini masih menyisakan kebingungan. Banyak yang sulit mempercayai bahwa perempuan yang mereka kenal dengan kehidupan sederhana ternyata terlibat dalam aktivitas kriminal kelas kakap. Warga mengakui bahwa mereka hanya tahu sedikit tentang latar belakang Dewi. Sebagian bahkan mengatakan bahwa Dewi sering berganti gaya hidup sehingga membuatnya tampak berbeda setiap kali pulang ke kampung. Namun tetap saja, tidak ada yang menduga bahwa perubahan penampilan itu merupakan bagian dari upaya penyamaran.

Saat ini publik menantikan kelanjutan proses hukum. Setelah dipulangkan ke Indonesia, Dewi akan diperiksa secara intensif untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam jejaring ini. Penangkapan ini diyakini baru langkah awal. Masih banyak lapisan yang perlu dibongkar untuk memahami secara utuh pergerakan sindikat besar ini. Jika penyelidikan berjalan tuntas, bukan tidak mungkin jaringan di balik perdagangan narkoba senilai triliunan rupiah ini dapat sepenuhnya dilumpuhkan.

Baca Juga:
Wali Kota “Koboi” Prabumulih Terancam Sanksi: Pecat Kepsek & Sekuriti Gara-Gara Anak Ditegur!

Keberhasilan ini juga menjadi harapan bagi penegakan hukum Indonesia bahwa pemberantasan narkoba tidak boleh dilakukan secara sektoral, tetapi melalui koordinasi menyeluruh antarinstansi dan antarnegara. Dunia kejahatan lintas batas terus berkembang, dan aparat pun harus bergerak lebih cepat dan lebih cerdas. Dengan tertangkapnya salah satu figur kunci seperti Dewi Astutik, Indonesia membuktikan bahwa negara memiliki kemampuan untuk melawan ancaman skala global.

Tags: #dewiastutik#kamboja#penyelundupan#Sabu
Previous Post

Api Mengamuk di Pabrik Dua Kelinci, Dua Gudang Hancur dan Evakuasi Massal Terjadi

Next Post

Infrastruktur Hancur, Empat Kabupaten Aceh Terisolir dan Krisis Logistik

Related Posts

Arwana RI Jadi Primadona di Pasar China, Transaksi Capai Jutaan Dolar
International

Arwana RI Jadi Primadona di Pasar China, Transaksi Capai Jutaan Dolar

by Yustinus Agus
26/12/2025
0

JAKARTA - Tidak seperti komoditas ekspor khas Indonesia seperti minyak sawit, batu bara, atau kopi, ada satu ekspor yang belakangan...

Read more
Gunungan Sampah Tutupi Pasar Cimanggis, Pedagang dan Warga Resah

Gunungan Sampah Tutupi Pasar Cimanggis, Pedagang dan Warga Resah

16/12/2025
Dunia Mengakui Keindahan Pulau Komodo, Masuk Daftar 20 Destinasi Terbaik 2026

Dunia Mengakui Keindahan Pulau Komodo, Masuk Daftar 20 Destinasi Terbaik 2026

13/12/2025
Hanoi Darurat Polusi: Kabut Beracun Kian Pekat, Warga Terancam

Hanoi Darurat Polusi: Kabut Beracun Kian Pekat, Warga Terancam

12/12/2025
Andra Soni Dorong Infrastruktur dan SDM untuk Pertumbuhan Ekonomi Merata di Banten

Andra Soni Dorong Infrastruktur dan SDM untuk Pertumbuhan Ekonomi Merata di Banten

11/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id