SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, dan Wakil Gubernur, A. Dimyati Natakusumah, telah fokus pada sektor prioritas seperti pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan perekonomian sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
Mereka berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Banten. “Resmilah kami menjadi pelayan masyarakat, abdi masyarakat. Arahan Pak Presiden jelas, bagaimana kita melayani sebaik-baiknya masyarakat. Mencapai Banten maju, adil, merata, dan tidak korupsi,” tegas Gubernur Andra Soni.
Pembangunan berkelanjutan menjadi kunci, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Prinsip pembangunan adalah berkelanjutan, maka perlahan kita kerjakan. Dari identitas, menuju produktivitas yang berkualitas,” ujar Gubernur Andra Soni saat meresmikan RSUD Irsjad Djuwaeli Labuan, Kabupaten Pandeglang (28/5/2025).
Program Unggulan Menuju Banten yang Lebih Baik:
Program-program yang dijalankan selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, termasuk dukungan kuat terhadap 14 Proyek Strategis Nasional (PSN). Gubernur telah mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten 2025-2029 ke DPRD. Raperda ini merupakan penjabaran visi, misi, dan program kepemimpinan Andra-Dimyati.
Dukungan nyata terlihat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan Barang Milik Daerah (BMD) untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di empat lokasi: SMKN 1 Padarincang (Serang), SMKN 2 Pandeglang, lahan kosong ex-Kantor Dinas Koperasi dan UMKM (Lebak), dan lahan hibah di Bambu Apus (Tangerang Selatan).
Kepemimpinan Andra-Dimyati diwarnai delapan program utama untuk lima tahun ke depan: Banten Bagus, Banten Sehat, Banten Cerdas, Banten Kuat, Banten Indah, Banten Makmur, Banten Ramah, dan Banten Melayani.
Banten Bagus:
Fokus infrastruktur, transportasi, sumber daya air, dan hunian layak. Program “Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra)” sepanjang 12 kilometer di delapan titik telah diluncurkan pada 2025, didukung Peraturan Gubernur Banten Nomor 17 Tahun 2025. Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) juga diprioritaskan di empat daerah lumbung pangan. Renovasi 250 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ditargetkan selesai pada 2025.
Banten Sehat:
Baca Juga:
Pil Koplo Beredar Lagi, Mantan Napi Ditangkap!
Akses kesehatan yang merata. RSUD Uwes Qorny (Lebak) dan RSUD Irsyad Djuwaeli (Pandeglang) telah beroperasi. Bantuan iuran asuransi kesehatan dilanjutkan. Kantor Badan Penghubung Provinsi Banten difungsikan sebagai rumah singgah pasien di Jakarta. Gedung Bunker Radioterapi dan pelayanan kemoterapi RSUD Banten telah diresmikan (8/5/2025). Program BEBASAKIT (Banten bebas penyakit) dengan skrining TBC dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga diluncurkan.
Banten Cerdas:
Peningkatan kualitas SDM. Program Sekolah Gratis untuk SMA/SMK/SKh swasta dimulai tahun ajaran 2025/2026, dengan anggaran Rp150.000-Rp250.000 per bulan per siswa. 811 sekolah swasta telah bergabung. Dukungan untuk program Sekolah Rakyat (SR) di dua lokasi juga diberikan.
Banten Kuat:
Penguatan ekonomi, UMKM, dan pemerataan ekonomi. Bantuan keuangan Rp100 juta diberikan kepada setiap desa pada 2025. Pembentukan Koperasi Merah Putih desa/kelurahan juga terus didorong.
Banten Indah:
Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Optimalisasi Taman Hutan Raya (Tahura) sebagai destinasi wisata unggulan. Kantor di Tangerang Selatan didirikan untuk fokus pada pengendalian banjir.
Banten Makmur:
Ketahanan pangan berkelanjutan. Proyeksi surplus beras sebesar 242.108 ton pada 2025. Optimalisasi aset daerah untuk pengembangan ketahanan pangan. Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) direncanakan.
Banten Ramah:
Investasi, kemudahan industri, dan penyerapan tenaga kerja. Realisasi investasi Triwulan I 2025 mencapai Rp31,1 triliun. Pembenahan birokrasi untuk iklim investasi yang kondusif. Optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) untuk menciptakan tenaga kerja profesional.
Banten Melayani:
Baca Juga:
Nasib Macan Tutul Jawa di Tengah Menyusutnya Hutan Pulau Jawa
Tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel. LKPD Tahun Anggaran 2024 meraih opini WTP untuk kesembilan kalinya. Penguatan APIP dan kolaborasi dengan KPK untuk pengawasan.















